KALIMANTAN BARAT — Tigo AI resmi meluncurkan aplikasi mobile yang membawa platform periklanan berbasis kecerdasan buatan ke perangkat smartphone, menyasar UMKM, online seller, brand, dan digital marketer di Indonesia. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa menyusun brief kampanye hingga memproduksi materi iklan tanpa harus bergantung pada perangkat desktop. Langkah tersebut menandai upaya Tigo AI memperluas jangkauan layanan advertising berbasis AI ke segmen bisnis yang lebih luas.
Peluncuran aplikasi mobile Tigo AI menyasar pelaku usaha yang mobilitasnya tinggi dan butuh menyiapkan materi promosi secara cepat. Pengguna dapat memulai proses dari smartphone, mulai dari memasukkan informasi brand, produk, target audiens, tujuan kampanye, hingga pesan utama yang ingin disampaikan.
Informasi tersebut kemudian diolah sistem AI untuk membantu proses pembuatan materi advertising. Dengan akses lewat perangkat mobile, persiapan konten tidak lagi terikat pada satu perangkat kerja saja.
Tigo AI memakai teknologi AI untuk mendukung sejumlah kebutuhan produksi materi promosi dalam satu alur. Cakupannya meliputi pengembangan ide dan konsep iklan, penyusunan copy dan caption, pembuatan materi visual, hingga produksi konten video.
Platform ini juga bisa menghasilkan beberapa variasi materi iklan sekaligus. Pendekatan itu memangkas tahapan kreatif yang biasanya terpisah-pisah dan melibatkan banyak pihak.
Materi yang dibuat melalui Tigo AI dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan digital advertising. Konten bisa disiapkan untuk kanal media sosial dan platform e-commerce seperti TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, dan Lazada.
Penyesuaian dilakukan mengikuti karakter serta format masing-masing platform. Dengan begitu, bisnis dapat menjaga konsistensi pesan kampanye sekaligus menyesuaikan bentuk konten untuk tiap kanal digital.
Aplikasi Tigo AI tidak berhenti pada pembuatan konten. Platform ini juga mendukung alur kerja advertising yang lebih terstruktur, mulai dari persiapan kebutuhan kampanye hingga evaluasi hasil.
Secara umum, prosesnya mencakup Campaign Brief, pembuatan materi dengan AI, persiapan konten, distribusi, verifikasi, dan pelaporan. Alur tersebut membantu pengguna memahami setiap tahap kampanye dengan lebih jelas dan terorganisir.
Langkah Tigo AI menyasar kebutuhan produksi materi promosi yang selama ini menjadi hambatan bagi UMKM dan online seller. Keterbatasan tim kreatif dan biaya produksi sering membuat pelaku usaha kecil sulit menjaga konsistensi kampanye di banyak kanal sekaligus.
Kehadiran aplikasi mobile membuka peluang adopsi lebih luas, terutama bagi pengguna yang mengelola bisnis langsung dari smartphone. Pendekatan ini sejalan dengan tren pemanfaatan AI generatif di sektor pemasaran digital yang kian mengarah ke alat serbaguna berbasis langganan.
Peluncuran aplikasi mobile Tigo AI menandai langkah lanjutan dalam menghadirkan teknologi advertising berbasis AI yang lebih mudah diakses dalam aktivitas sehari-hari. Pengguna kini dapat mengelola kebutuhan advertising dengan cara yang lebih fleksibel dan cepat langsung dari perangkat mereka.