SANGGAU — Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah, menyatakan antrean kendaraan roda empat di lokasi sidak masih lebih dari 30 unit. Antrean sepeda motor disebut tidak terlalu panjang karena masih tertahan di dalam pagar SPBU.
Temuan lapangan tidak berhenti di soal antrean. Petugas mendapati barcode pembelian BBM yang tidak cocok dengan plat kendaraan, serta satu kendaraan bertangki modifikasi yang terparkir tanpa sopir.
Inspeksi mendadak menyisir tiga titik sekaligus: SPBU Bunut, Engkayas, dan Sungai Mawang. Selain persoalan barcode dan tangki modifikasi, penghentian pelayanan pengisian jeriken oleh pihak SPBU turut menjadi perhatian tim.
Shopiar menyebut sejumlah warga memang memegang rekomendasi resmi untuk mengisi BBM bagi kebutuhan speed boat. Namun praktik di lapangan masih dijumpai masyarakat yang meminta dilayani dengan jeriken dan sedikit memaksa petugas.
"Tim telah telah melakukan edukasi terkait pelayanan ini yang memang harus dilakukannya asalkan sesuai barcode yang diterbitkan dinas terkait. Masih dijumpai masyarakat yang meminta pelayanan dengan jiriken dan sedikit memaksa petugas," katanya.
Persoalan pasokan memperparah situasi. SPBU Bunut mengalami keterlambatan distribusi BBM dari depot Pertamina Pontianak. SPBU Sungai Mawang dan Engkayas hanya menerima suplai pertalite sebanyak delapan kiloliter.
Kondisi serupa menimpa BBM nonsubsidi. Jenis dexlite bahkan lebih dari dua hari belum disuplai ke sejumlah SPBU di wilayah tersebut.
Shopiar menuturkan sosialisasi dan edukasi sudah diberikan kepada pengelola SPBU terkait surat edaran bupati. Pengelola diminta memperhatikan ketertiban, kelancaran, dan kepatuhan pendistribusian BBM sesuai ketentuan.
"Telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengelola SPBU terkait SE bupati dan hal-hal yang harus menjadi perhatian pihak SPBU dalam mengupayakan ketertiban kelancaran dan kepatuhan dalam pendistribusian BBM sesuai ketentuan, serta meminimalisir gangguan keamanan akibat penumpukan kendaraan," bebernya.
Satgas memilih jalur persuasif pada tahap ini. Hasil temuan akan dievaluasi lebih dulu, termasuk menilai efektivitas pelaksanaan sidak tahap pertama sebelum langkah lanjutan diambil.
Antrean kendaraan dan harga pertalite di luar kewajaran menjadi dasar inspeksi ini digelar. Dua hal itu sebelumnya dilaporkan warga ke instansi terkait di Kabupaten Sanggau.