KAPUAS HULU — Insiden di SPBU Apung 66.787.002 Jongkong Pasar bermula saat seorang konsumen diduga masuk mendahului antrean warga yang sudah menunggu sejak pagi. Petugas SPBU berupaya menenangkan pihak-pihak yang terlibat dan mengatur kembali urutan pelayanan. Situasi berhasil dikendalikan sehingga pengisian BBM kembali berjalan tertib.
Warga Keluhkan Praktik Jeriken Siluman dan Pelayanan Tebang Pilih
Sejumlah warga yang berada di lokasi menyebut kericuhan terjadi karena pengelola SPBU dinilai membiarkan oknum menyerobot antrean. Mereka juga menuding ada pengisian jeriken secara sembunyi-sembunyi tanpa mengikuti antrean resmi.
"Kami sudah antre dari pagi secara tertib, tapi tiba-tiba ada yang langsung masuk memotong antrean dan dibiarkan begitu saja oleh petugas. Belum lagi jeriken-jeriken siluman yang entah datang dari mana langsung diisi duluan," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menuntut Pertamina dan aparat kepolisian setempat menindak tegas pengelola SPBU Apung tersebut. Kekhawatiran muncul bahwa konflik serupa bisa kembali terjadi jika sistem antrean tidak segera ditertibkan.
Pertamina Koordinasi dengan Integrated Terminal Pontianak
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan masyarakat yang menunggu giliran mendapatkan BBM. Pertamina telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memperkuat pengawasan.
"Setiap konsumen berhak mendapat pelayanan yang aman dan sesuai urutannya. Karena itu, kami memperkuat pengawasan di SPBU agar petugas dapat lebih cepat mencegah kesalahpahaman," ujar Edi.
Koordinasi dilakukan bersama Integrated Terminal Pontianak untuk mengoptimalkan pengiriman BBM menggunakan mobil tangki ke sejumlah lembaga penyalur. Salah satu pengiriman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan Pertalite di SPBU Apung 66.787.002 pada Sabtu (26/9/2026).
Tambahan Pasokan Tiba, Pertamina Imbau Warga Lapor ke Petugas
Edi memastikan tambahan pasokan BBM telah tiba di SPBU Apung Kapuas Hulu. Pemantauan distribusi BBM di wilayah tersebut terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat.
"Saat ini tambahan pasokan BBM telah tiba di SPBU Apung Kapuas Hulu. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas," katanya.
Pertamina mengimbau warga yang mengalami persoalan saat pengisian BBM agar segera menyampaikannya kepada petugas SPBU. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 yang beroperasi 24 jam.