KAPUAS HULU — Kepala Satuan Pelayanan PLBN Badau, Adrian Prasetiyo, menyatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan. Menurutnya, vaksinasi rabies juga memperkuat upaya bersama mewujudkan kawasan perbatasan, khususnya Kecamatan Badau, yang bebas rabies.
"Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan sekaligus memperkuat upaya bersama mewujudkan kawasan perbatasan, khususnya Kecamatan Badau, yang bebas rabies," kata Adrian Prasetiyo.
Hewan yang dibawa warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus vaksinasi rabies sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di wilayah perbatasan. Rinciannya, 32 ekor kucing, dua ekor anjing, dan satu ekor monyet.
Kepala BKHIT Kalimantan Barat, Ferdi, mengapresiasi warga yang berpartisipasi dengan membawa hewan peliharaan mereka. Ia menekankan kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap kesehatan hewan. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies. Harapan kami, melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kecamatan Badau dapat menjadi kawasan perbatasan yang semakin terlindungi dan bebas dari rabies," kata Ferdi.
Badau merupakan salah satu wilayah perbatasan dengan tingkat mobilitas masyarakat dan lalu lintas komoditas antarnegara yang tinggi. Kondisi itu membuat pemahaman warga terhadap regulasi perkarantinaan menjadi krusial untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan melalui pintu masuk negara.
Petugas BKHIT Kalimantan Barat pun memberikan sosialisasi mengenai perkarantinaan kepada masyarakat. Materi sosialisasi mencakup fungsi dan peran karantina di kawasan perbatasan, ketentuan dalam melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan beserta produk turunannya, serta pentingnya melaporkan dan memeriksakan komoditas yang dibawa melalui PLBN Badau.
Peringatan World Rabies Day tahun ini mengusung tema Stronger Together. Menurut Ferdi, tema tersebut menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kepedulian pemilik hewan dan partisipasi aktif masyarakat.
Momentum HUT Karantina Ke-149 menjadi pengingat bahwa pelayanan karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar negara. Ferdi menyebut layanan itu harus memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami ingin Karantina semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang vaksinasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan karantina merupakan bagian dari upaya bersama melindungi kawasan perbatasan dan Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.
Melalui vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan gratis, dan sosialisasi perkarantinaan tersebut, BKHIT Kalimantan Barat berharap semangat Stronger Together tumbuh menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat. Tujuannya, menciptakan kawasan perbatasan Badau yang sehat, aman, dan terlindungi dari ancaman rabies.