BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Hujan 27–29 September 2026, 8 Kabupaten/Kota Berstatus Waspada

Penulis: Ramli Siregar  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:02:01 WIB
BMKG Kalbar merilis peringatan dini hujan untuk periode 27–29 September 2026.

PONTIANAK — BMKG Kalimantan Barat memperbarui status peringatan dini cuaca untuk sejumlah daerah di provinsi itu. Delapan wilayah masuk kategori Waspada, level terendah dalam tiga tingkatan peringatan yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.

Kategori Waspada menandakan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah tersebut. Tingkat di atasnya, Siaga, berlaku untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara status Awas diberlakukan ketika hujan berpotensi sangat lebat hingga ekstrem.

Delapan Daerah yang Masuk Peringatan Dini

Wilayah yang masuk kategori Waspada pada Minggu, 27 September 2026 meliputi:

  • Kabupaten Bengkayang
  • Kabupaten Kapuas Hulu
  • Kabupaten Kayong Utara
  • Kabupaten Ketapang
  • Kota Pontianak
  • Kota Singkawang
  • Kabupaten Kubu Raya
  • Kabupaten Landak

Apa Arti Status Waspada bagi Warga

Status Waspada bukan berarti cuaca ekstrem pasti terjadi. Warga diimbau tetap memantau perkembangan cuaca, terutama yang beraktivitas di luar ruangan atau melintasi jalur darat antarkabupaten.

Hujan sedang hingga lebat berpotensi memicu genangan di kawasan rendah dan jalan berlubang. Daerah pesisir seperti Kayong Utara dan Bengkayang juga perlu mewaspadai kondisi angin saat hujan turun.

Peringatan Berlaku Tiga Hari

Peringatan dini ini berlaku sejak Minggu, 27 September hingga Selasa, 29 September 2026. Pembaruan informasi dilakukan berkala menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Barat.

Warga dapat memantau pembaruan resmi melalui kanal BMKG Kalimantan Barat. Informasi terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menjadi rujukan utama untuk wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: pontianakinfo.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top