KALIMANTAN BARAT — Tujuh sumber energi alternatif terus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak bumi yang cadangannya terbatas dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) mencatat kapasitas energi terbarukan dunia bertambah 582 gigawatt pada 2024, dengan tenaga surya sebagai penyumbang terbesar. Peralihan ini menyentuh langsung sektor transportasi, industri, dan rumah tangga yang selama ini bergantung pada bahan bakar fosil.
Jakarta. Bahan bakar kendaraan, pesawat, kapal, sampai lini produksi pabrik masih bertumpu pada hasil olahan minyak bumi. Ketergantungan itu menghadapi dua persoalan sekaligus: cadangan fosil yang kian menipis dan emisi gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim. Dari situ, pengembangan energi alternatif menjadi jalan keluar yang tak bisa ditunda lagi.
Perlu dipahami, tidak ada satu sumber energi yang bisa langsung menggantikan seluruh peran minyak bumi. Sebagian sumber lebih cocok membangkitkan listrik, sebagian lain dipakai sebagai bahan bakar kendaraan atau bahan baku industri. Berikut tujuh di antaranya yang paling banyak dikembangkan saat ini.
Panel fotovoltaik mengubah cahaya matahari menjadi listrik tanpa proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan emisi langsung saat pembangkitan. Teknologi inilah yang kini tumbuh paling cepat di dunia.
IRENA mencatat, dari total 582 GW kapasitas energi terbarukan yang terpasang sepanjang 2024, sekitar 452,1 GW berasal dari tenaga surya. Angka itu menjadikannya penyumbang terbesar penambahan kapasitas global.
Kendalanya, produksi listrik sangat bergantung pada ketersediaan sinar matahari. Dibutuhkan baterai dan jaringan listrik yang andal agar pasokan tetap terjaga saat matahari tidak bersinar.
Turbin angin mengubah gerakan udara menjadi listrik, dan bisa dipasang di daratan maupun lepas pantai. Sepanjang 2024, tenaga angin menambah sekitar 114,3 GW kapasitas global, menjadikannya sumber terbesar kedua setelah surya versi catatan IRENA.
Seperti halnya tenaga surya, pembangkit angin tidak memerlukan pembakaran minyak atau batu bara. Namun produksinya bergantung pada kondisi angin, sehingga butuh pengelolaan jaringan dan penyimpanan energi yang tepat.
Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan aliran atau jatuhan air untuk memutar turbin. Teknologinya sudah matang dan dipakai luas di banyak negara. IRENA mencatat kapasitas pembangkit air dunia mencapai sekitar 1.277 GW pada akhir 2024, di luar kapasitas pumped storage.
Selain memasok listrik, pembangkit air memberi fleksibilitas bagi sistem kelistrikan. Sisi lain, pembangunan bendungan skala besar berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan hanya bisa dilakukan di lokasi dengan kondisi geografis tertentu.
Indonesia termasuk negara dengan potensi panas bumi besar. Energi ini memanfaatkan panas dari perut bumi untuk membangkitkan listrik maupun panas untuk kebutuhan tertentu.
Keunggulannya, pembangkit panas bumi beroperasi relatif stabil karena tidak bergantung pada sinar matahari atau angin. Kapasitas panas bumi terpasang dunia mencapai sekitar 15,4 GW pada akhir 2024, dan Indonesia masuk lima besar negara dengan kapasitas terbesar.
Meski begitu, pengembangan proyek panas bumi menuntut eksplorasi dan investasi awal yang besar. Lokasi pembangkit pun terikat pada keberadaan sumber panas yang sesuai.
Bioenergi berasal dari bahan organik seperti tanaman, limbah pertanian, dan limbah kayu. Sumber ini bisa menghasilkan listrik, panas, sekaligus bahan bakar.
Di sektor transportasi, biofuel menjadi salah satu alternatif pengganti bahan bakar fosil. Biodiesel, misalnya, dibuat dari minyak nabati dan dipakai sebagai campuran bahan bakar diesel.
Pengelolaannya tetap harus hati-hati. Pengembangan bahan baku energi tidak boleh memicu deforestasi, mengganggu ketahanan pangan, atau menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Hidrogen banyak dibicarakan karena bisa dipakai sebagai bahan bakar maupun media penyimpanan energi. Dalam fuel cell, hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan listrik, dengan air sebagai produk utamanya.
Hidrogen bukan sumber energi primer seperti matahari atau angin. Ia harus diproduksi lebih dulu memakai sumber energi tertentu, sehingga dampak lingkungannya bergantung pada cara produksi. Hidrogen yang dibuat dari listrik energi terbarukan dikenal sebagai hidrogen hijau.
Energi nuklir dihasilkan dari reaksi pembelahan atom untuk membangkitkan listrik dalam skala besar. Sumber ini tidak menghasilkan emisi karbon langsung saat beroperasi, tetapi menyisakan persoalan limbah radioaktif dan biaya pembangunan yang tinggi.
Pemanfaatannya di banyak negara masih menjadi perdebatan panjang, terutama soal keselamatan dan pengelolaan limbah jangka panjang.
Penutup: Transisi dari minyak bumi berjalan bertahap, dengan kombinasi sumber energi yang disesuaikan kebutuhan tiap sektor. Bagi Indonesia, potensi panas bumi, air, dan bioenergi menjadi modal penting untuk menekan impor bahan bakar fosil sekaligus memenuhi target iklim.
Sumber energi terbes?
r kedua setelah surya versi IRENA itu apa? A: Tenaga angin menjadi sumber terbesar kedua setelah surya. Sepanjang 2024, tenaga angin menambah sekitar 114,3 GW kapasitas global.