PONTIANAK — Kejurprov Catur Kalbar ke-49 menjadi ajang bagi pecatur dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat untuk menguji kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan atlet di daerah masing-masing. Kompetisi yang digelar di Aula/Auditorium Terpadu Polnep itu mempertandingkan kategori senior putra, senior putri, veteran, serta berbagai kelompok junior.
Konsistensi pembinaan yang dijalankan Pengurus Kota (Pengkot) Percasi Pontianak berbuah hasil. Sejumlah atlet muda Pontianak mampu menunjukkan performa positif dan bersaing di berbagai kategori yang dipertandingkan.
Ketua Pengkot Percasi Pontianak Adi Marjani menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta jajaran pengurus yang bekerja keras selama mengikuti Kejurprov.
“Kita bersyukur dan bangga atas hasil yang diraih kontingen Kota Pontianak. Gelar juara umum ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, official, dan seluruh jajaran Percasi Pontianak,” ujar Adi Marjani.
Menurut Adi, keberhasilan tersebut tidak boleh hanya dilihat dari perolehan trofi atau medali. Prestasi di Kejurprov menjadi penanda bahwa proses pembinaan atlet catur di Kota Pontianak terus berjalan.
“Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana pembinaan ini terus berlanjut. Prestasi yang diraih di Kejurprov menjadi motivasi untuk terus membina atlet, terutama atlet-atlet muda yang nantinya diharapkan mampu membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Adi juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang bertanding dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang kompetisi. Menurutnya, pertandingan bukan hanya soal menang dan kalah.
Pengalaman bertanding menghadapi pecatur dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan mental dan kemampuan para atlet.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang sudah berjuang. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Kota Pontianak. Tentunya pengalaman dari Kejurprov ini menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran pelatih dalam mempersiapkan atlet, mulai dari aspek teknis, strategi permainan hingga mental bertanding.
“Kami juga berterima kasih kepada para pelatih dan official yang mendampingi atlet selama pertandingan. Pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama antara atlet, pelatih, pengurus dan orang tua,” lanjut Adi.
Kejurprov Catur Kalbar ke-49 menjadi momentum bagi Percasi Pontianak untuk mengevaluasi program pembinaan yang selama ini berjalan. Hasil pertandingan akan dipakai melihat kekuatan dan kekurangan para atlet.
“Hasil ini tentu akan kami evaluasi. Atlet yang sudah berprestasi harus terus dibina, sementara yang belum mendapatkan hasil maksimal juga harus tetap diberikan kesempatan dan pendampingan. Karena pembinaan itu proses yang panjang,” jelasnya.
Adi berharap keberhasilan Pontianak sebagai juara umum dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk semakin mencintai olahraga catur. Menurutnya, catur tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih konsentrasi, kesabaran, disiplin dan kemampuan mengambil keputusan.
Ke depan, Pengkot Percasi Pontianak berkomitmen melanjutkan pembinaan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang lebih banyak bagi atlet muda untuk mengikuti kompetisi.
“Target kita bukan hanya juara umum hari ini. Yang lebih penting bagaimana kita menciptakan atlet-atlet yang bisa berprestasi secara berkelanjutan. Kita ingin ada regenerasi sehingga prestasi catur Pontianak tetap terjaga,” tegas Adi.
Gelar juara umum menjadi modal bagi Percasi Pontianak untuk memperkuat pembinaan dan mempersiapkan pecatur potensial menghadapi berbagai agenda pertandingan mendatang. Kejurprov Catur Kalbar 2026 sendiri menjadi salah satu agenda penting Percasi Kalbar dalam menghidupkan kembali kompetisi sekaligus memetakan potensi atlet daerah.