Okultasi Venus oleh Bulan Terjadi 14 September 2026, Sebagian Kalbar Masuk Jalur Pengamatan

Penulis: Ramli Siregar  •  Kamis, 17 September 2026 | 11:01:01 WIB

PONTIANAK — Observatorium Bosscha mengumumkan okultasi Venus oleh Bulan melalui akun media sosial resminya, @bosschaobservatory, pada Senin (14/9/2026). Fenomena ini hanya terlihat secara utuh dari wilayah tertentu, termasuk sebagian Sumatera, Jawa bagian barat, dan sebagian kecil Kalimantan Barat.

Prosesnya diperkirakan berlangsung sekitar pukul 19.20 hingga 20.43 WIB. Warga bisa mengarahkan pandangan ke langit bagian barat sesaat setelah Matahari terbenam.

Apa yang Terjadi Saat Okultasi Venus oleh Bulan

Okultasi terjadi ketika Bulan sabit melintas tepat di depan Venus jika dilihat dari permukaan Bumi. Dalam kondisi itu, Venus tampak seolah-olah menghilang di balik piringan Bulan.

Setelah Bulan bergeser, Venus kemudian terlihat kembali. Proses penutupan dan munculnya kembali Venus inilah yang menjadi inti pengamatan okultasi.

Di sebagian besar wilayah Indonesia lainnya, Bulan dan Venus hanya akan terlihat berdekatan tanpa terjadi proses saling menutupi. Kondisi ketika dua benda langit tampak berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi disebut konjungsi.

Warga di Luar Jalur Okultasi Tetap Bisa Menyaksikan Kedekatan Bulan dan Venus

Masyarakat yang berada di luar jalur okultasi tetap berkesempatan melihat kedekatan visual antara Bulan dan Venus di langit malam. Pemandangan ini bisa menjadi pengganti bagi warga yang tidak masuk wilayah pengamatan penuh.

Bagi warga Kalimantan Barat yang berada di jalur okultasi, fenomena ini menjadi kesempatan menyaksikan peristiwa astronomi ketika Venus tampak tertutup sementara oleh piringan Bulan.

Cara Mengamati dengan Mata Telanjang

Okultasi Venus oleh Bulan dapat diamati dengan mata telanjang selama kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan. Tidak diperlukan teleskop untuk menyaksikan peristiwa ini.

Pengamat disarankan memilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat. Waktu pengamatan dapat dilakukan sesaat setelah Matahari terbenam, ketika Bulan dan Venus berada di bagian langit tersebut.

Bagi warga yang ingin mengabadikan momen ini, pastikan pandangan ke arah barat tidak terhalang bangunan atau pepohonan. Langit yang bersih dari awan menjadi faktor utama keberhasilan pengamatan.

Jadwal dan Wilayah Pengamatan

  • Waktu: Senin (14/9/2026), sekitar pukul 19.20–20.43 WIB
  • Arah pandang: langit bagian barat, sesaat setelah Matahari terbenam
  • Wilayah okultasi penuh: sebagian Sumatera, Jawa bagian barat, dan sebagian kecil Kalimantan Barat
  • Wilayah lain: Bulan dan Venus terlihat berdekatan (konjungsi)
  • Alat: mata telanjang, dengan syarat langit cerah dan tidak berawan

Informasi resmi mengenai fenomena ini disampaikan Observatorium Bosscha melalui akun media sosialnya pada hari yang sama dengan terjadinya okultasi.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top