Hujan Dua Jam Belum Padamkan Karhutla Kubu Raya, Satgas Suntik Bara Gambut dengan X-Fire

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 16 September 2026 | 22:31:01 WIB
Petugas Satgas Karhutla menyisir lokasi sumber asap di Desa Arang Limbung, Kubu Raya.

KUBU RAYA — Hujan yang turun kurang lebih dua jam di sejumlah daerah Kabupaten Kubu Raya tidak serta-merta memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam tanah gambut. Kepulan asap masih terlihat di Jalan Madu Sari, Desa Arang Limbung, dan memicu Satgas Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 bergerak menyisir lokasi.

Pemadaman tidak hanya dilakukan di permukaan. Petugas menyasar bara yang berpotensi bertahan di lapisan gambut, yang menjadi penyebab api muncul kembali meski hujan baru saja turun.

Nozel Suntik Gambut dan Cairan X-Fire Jadi Andalan

Petugas menggunakan Nozel Suntik Gambut atau peat injector, alat berbentuk pipa tajam menyerupai tombak yang ditancapkan langsung ke dalam tanah gambut. Dari alat itu, cairan X-Fire diinjeksikan ke area yang diduga masih menyimpan bara.

Kasubsi Penmas Aiptu Ade menyatakan hujan sehari sebelumnya tidak cukup memadamkan titik api di lapisan bawah. "Meski kemarin hujan turun kurang lebih dua jam, tapii hari ini masih ditemukan kepulan asap. Tim kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan dengan Nozel Suntik Gambut serta cairan X-Fire," kata Ade, Rabu (16/9/2026).

Menurut Ade, metode tersebut digunakan untuk menjangkau sumber panas yang tidak terlihat dari permukaan. Nozel ditancapkan ke lapisan gambut sehingga cairan dapat diarahkan langsung ke bagian tanah yang masih menyimpan bara.

Mengapa Bara Gambut Sulit Padam Meski Hujan Turun

Kebakaran di lahan gambut berbeda dengan kebakaran permukaan biasa. Bara dapat bertahan lama di lapisan bawah karena gambut menyimpan panas dan bahan bakar organik yang kering.

Kondisi itu membuat asap bisa kembali muncul setelah hujan berhenti, meski permukaan tanah tampak sudah basah. Petugas di lapangan memilih pendinginan langsung ke lapisan tanah ketimbang hanya menyemprot titik panas yang terlihat.

"Penggunaan Nozel Suntik Gambut dipadukan dengan cairan X-Fire. Cairan tersebut diinjeksikan ke dalam lapisan tanah untuk membantu proses pendinginan bara sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada asap atau titik panas yang terlihat di permukaan," terang Ade.

Penyisiran Berlanjut di Titik Sumber Asap

Satgas masih menyisir lokasi yang menjadi sumber kepulan asap di Desa Arang Limbung. Penyisiran diarahkan ke titik-titik yang sebelumnya terbakar dan berpotensi menyimpan bara aktif.

Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 menempatkan pendinginan lapisan gambut sebagai bagian utama penanganan, terutama di area bekas kebakaran yang kembali mengeluarkan asap setelah hujan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: berkatnewstv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top