KALIMANTAN BARAT — Dukungan itu disampaikan lewat cuitan di platform X dan pernyataan resmi kepada media. Musk menyebut peringatan Amodei benar dan mengingatkan bahwa dirinya sudah lama menyuarakan bahaya AI. Altman menegaskan OpenAI akan mengadopsi gagasan penilai independen yang diusulkan Anthropic.
Dalam esai sepanjang 3.800 kata, Amodei mengakui manusia berpotensi kehilangan kendali atas AI. Ia menyoroti penyalahgunaan teknologi untuk serangan siber, bioterorisme, dan gangguan ekonomi serius.
"Jika kita terlambat, saya percaya ada orang jahat yang akan menyalahgunakan teknologi tersebut," kata Amodei dalam wawancara dengan Anderson Cooper dari CNN pada Sabtu (12/9).
Amodei menyerukan para pemimpin industri bekerja sama menghindari kesalahan dan potensi bahaya AI terhadap umat manusia.
Musk merespons pernyataan Amodei melalui cuitan di X. Ia menyatakan peringatan tersebut benar dan mengingatkan kembali posisinya yang sudah lama menyuarakan bahaya AI.
"Saya sudah lama memperingatkan soal kecerdasan buatan," kata Musk dalam cuitannya.
Altman menyampaikan sikap serupa. Menurutnya, pengaturan laju perkembangan AI telah menjadi topik utama diskusi di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir.
"Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju perkembangan di bidang ini. Ini telah menjadi topik utama diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir," kata Altman, melansir Reuters.
Altman menyebut OpenAI berencana mengadopsi gagasan Anthropic dengan melibatkan penilai independen yang memiliki akses layaknya karyawan. Ia telah memperingatkan risiko AI jauh sebelum booming teknologi ini, termasuk lewat esai tahun 2015 berjudul "Machine Intelligence, Bagian 1".
Demis Hassabis, salah satu pendiri sekaligus pimpinan Google DeepMind, menyampaikan hal serupa. Menurut dia, rincian teknis usulan tersebut masih perlu dimatangkan, tetapi arahnya sudah tepat untuk merespons situasi saat ini.
Seruan Amodei muncul setelah pengunduran diri seorang peneliti Anthropic. Mantan peneliti bernama Jacob Coxon menilai perusahaan dan para pesaingnya tidak bertindak bertanggung jawab dalam pengembangan AI.
Lewat cuitan di X pada Selasa (8/9), Coxon menyoroti ketidakpedulian pengembang AI terhadap risiko bahaya produk mereka meski telah menyadarinya.
"Banyak eksekutif dan peneliti senior akan menyusun kalimat mereka di media agar terdengar masuk akal, tetapi saya mendengar mereka mengungkapkan ketakutan secara pribadi. Tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan tingkat bahaya seperti ini," tulisnya.
Melansir The Guardian, seruan Amodei mengemuka di tengah persiapan Anthropic melantai di bursa saham Amerika Serikat. Langkah itu digadang-gadang menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dengan target valuasi lebih dari US$2 triliun.
Pernyataan para bos teknologi ini menandai tekanan publik yang makin besar terhadap pengembang AI untuk menyeimbangkan akselerasi produk dengan pengawasan risiko. Bagi pelaku industri dan investor, arah kebijakan OpenAI dan Anthropic soal penilai independen akan menjadi sinyal penting dalam beberapa bulan ke depan.