KALIMANTAN BARAT — Distribusi mobil dari pabrik ke dealer sepanjang Agustus 2026 masih dikuasai merek-merek Jepang, namun kejutan datang dari BYD yang mengokohkan diri di posisi ketiga. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota memimpin dengan distribusi 20.357 unit, diikuti Daihatsu dengan 13.214 unit.
Angka penjualan ini sejalan dengan tren retail atau penyerahan unit ke konsumen yang mencapai 83.422 unit, melonjak 7,7 persen dibanding Juli lalu. Pasar otomotif nasional tengah menunjukkan denyut positif jelang akhir tahun.
Fenomena paling mencolok pada Agustus 2026 adalah merosotnya Honda ke peringkat kedelapan dengan wholesales hanya 3.177 unit. Padahal, merek seperti Jaecoo justru melesat ke posisi ketujuh dengan 3.300 unit, sementara Mitsubishi Fuso yang bermain di segmen niaga kokoh di urutan enam dengan 4.882 unit.
Pada data retail, Honda masih mampu naik ke posisi tujuh dengan 4.117 unit, mengungguli Jaecoo yang turun ke peringkat delapan dengan 3.300 unit. Namun secara wholesales, posisi Honda terpaut jauh di bawah Suzuki (5.935 unit) dan Mitsubishi Motors (5.022 unit) yang masing-masing menempati posisi empat dan lima.
Pencapaian BYD dengan distribusi 7.870 unit pada Agustus 2026 menegaskan pergeseran selera konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik. Pada data retail, BYD mencatatkan 6.861 unit, juga menempati posisi ketiga di bawah Toyota (21.938 unit) dan Daihatsu (12.100 unit).
Konsistensi BYD di tiga besar selama beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa persaingan tak lagi semata-mata antar merek Jepang. Peta kekuatan baru mulai terbentuk, dengan pabrikan asal China ini menjadi pemain kunci di segmen elektrifikasi.
Berikut rincian distribusi mobil ke dealer (wholesales) sepanjang Agustus 2026:
Sementara itu, penjualan retail atau serah terima kunci ke konsumen pada periode yang sama mencatatkan angka berikut:
Secara keseluruhan, pasar otomotif Indonesia pada Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan yang lebih sehat di sisi retail. Angka penjualan retail tumbuh 7,7 persen dibanding Juli, dan melonjak 25,5 persen dibanding Agustus 2025 yang hanya 66.493 unit.
Adapun wholesales tercatat naik 32,4 persen secara tahunan. Perbedaan tipis antara angka wholesales dan retail mengindikasikan stok dealer mulai terserap konsumen, sebuah sinyal positif bagi iklim industri otomotif di dalam negeri.