KETAPANG — Perhatian pemerintah pusat akhirnya tiba di garis terdepan perjuangan melawan api. Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, Ph.D hadir langsung di tengah titik api yang masih membara di kawasan Mensubuk, Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa (8/9/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Kehutanan itu bukan sekadar seremonial. Ia meninjau langsung medan yang tengah dihadapi tim garda terdepan: asap pekat, panas yang membakar, serta medan yang tidak mudah ditaklukkan.
Menteri Raja Juli tidak bergerak sendiri. Ia didampingi Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Komandan Kodim 1203 Ketapang Letkol Inf. Zulkarnaen Galib, dan Ketua DPRD Ketapang A. Sholeh.
Barisan pendamping lainnya meliputi jajaran BPBD, Polsek Muara Pawan, Manggala Agni, serta para relawan yang sejak awal berada di lapangan. Mereka bersama-sama menyaksikan langsung perjuangan petugas mengendalikan api yang enggan padam.
Di sela peninjauan, Menteri Kehutanan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas dan relawan yang masih bertahan di lapangan. Ia menyebut mereka sebagai garda terdepan yang berjuang ketika sebagian orang lain justru memilih berteduh.
"Api harus padam. Asap harus reda. Ketapang harus kita jaga bersama," demikian pesan yang ditegaskan Menteri Raja Juli di hadapan petugas.
Menteri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran lahan. Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada kerja petugas di lapangan, tetapi butuh kesadaran kolektif warga.
Kabupaten Ketapang selama ini menjadi salah satu wilayah di Kalimantan Barat yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. Kondisi lahan gambut yang luas membuat api sulit dipadamkan dan kerap memunculkan asap tebal.
Kehadiran Menteri Kehutanan secara langsung di lokasi menandakan bahwa persoalan karhutla di Ketapang menjadi prioritas nasional. Langkah ini sekaligus memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan cepat dalam penanganan darurat.
"Hutan yang kita selamatkan hari ini adalah kehidupan yang kita wariskan untuk generasi berikutnya," ujarnya menegaskan komitmen menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Tanjungpura.