Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Sungai Kapuas Mempawah hingga 300 Meter, Polisi Imbau Nakhoda Kurangi Kecepatan

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 15:32:03 WIB
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di alur Sungai Kapuas, Mempawah, hingga 300 meter.

MEMPAWAH — Kabut asap karhutla kembali menyelimuti perairan Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Jarak pandang di alur Sungai Kapuas serta akses keluar-masuk muara menurun hingga kisaran 300 hingga 500 meter pada Minggu (30/8/2026), mengganggu aktivitas pelayaran warga dan nelayan.

Kondisi ini langsung mendapat respons dari Satpolairud Polres Mempawah. Kasatpolairud Iptu Suryadi mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh nakhoda, awak kapal, operator angkutan sungai, dan masyarakat yang melintas meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Polisi Imbau Nakhoda Kurangi Kecepatan saat Kabut Asap

Suryadi menegaskan jarak pandang yang terbatas membuat nakhoda harus lebih cermat menentukan laju kapal. Kecepatan wajib disesuaikan dengan kondisi perairan dan kepadatan lalu lintas, sehingga kapal memiliki waktu cukup untuk bermanuver apabila menghadapi situasi berbahaya.

“Selalu perhatikan kondisi cuaca, jarak pandang, kondisi alur pelayaran serta keberadaan kapal lain sebelum dan selama melaksanakan pelayaran,” imbau Suryadi kepada para pengguna jalur perairan.

Kecepatan tinggi tidak disarankan dipertahankan selama jarak pandang rendah. Polisi menilai risiko tubrukan meningkat drastis karena kapal sulit terlihat dari kejauhan.

Navigasi dan Komunikasi Antarkapal Jadi Kunci Keselamatan

Selain mengurangi kecepatan, seluruh sarana navigasi kapal dipastikan berfungsi baik. Lampu navigasi, alat komunikasi, radar atau AIS, GPS, serta perangkat pendukung lainnya harus digunakan secara maksimal.

Komunikasi antarkapal menjadi bagian penting untuk mencegah kecelakaan. Setiap kapal diharapkan aktif memberikan informasi posisi, arah, dan pergerakan melalui radio pantai atau sarana komunikasi yang tersedia.

“Utamakan keselamatan. Pastikan seluruh penumpang menggunakan atau mudah mengakses jaket pelampung dan alat keselamatan lainnya,” tegas Suryadi.

Operator Kapal Diminta Tak Memaksakan Pelayaran

Satpolairud mengingatkan operator dan nakhoda agar tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan jarak pandang sudah tidak memungkinkan. Keselamatan awak dan penumpang harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar jadwal perjalanan.

Masyarakat juga diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di perairan, seperti kecelakaan, kapal rusak, kandas, atau tubrukan. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Polri 110 atau instansi terkait agar pertolongan cepat dilakukan.

“Selamat berlayar, semoga selamat sampai tujuan,” pungkas Suryadi.

Satpolairud Polres Mempawah berharap kondisi cuaca dan jarak pandang di sepanjang alur Sungai Kapuas serta kawasan muara laut segera kembali normal. Kewaspadaan, penggunaan perangkat navigasi secara optimal, komunikasi antarkapal, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi kunci menekan risiko kecelakaan di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: suaranusantara.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top