MEMPAWAH — Puluhan personel yang dikirim bukan hanya berisi regu pemadam kebakaran bersertifikat, tetapi juga tim medis. Mereka disiapkan untuk mempercepat respons terhadap titik api sekaligus menjaga keselamatan petugas di lapangan yang rentan mengalami kelelahan atau cedera saat bertugas.
Koordinator Relawan Damkar INALUM, Muhammad Rorim Fanromi, menyatakan pengerahan personel ini merupakan wujud kolaborasi antarperseroan. Ia menegaskan bahwa tim yang dibawa telah memiliki sertifikasi resmi di bidang pemadaman kebakaran.
"Kami dari PT INALUM membawa 13 personel relawan untuk membantu penanganan karhutla, khususnya di area operasional PT BAI. Yang kami bawa adalah regu pemadaman kebakaran yang bersertifikat dan juga tim medis," ujarnya.
Rorim menjelaskan, masa penugasan awal para personel di wilayah Sungai Kunyit berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Namun, durasi tersebut tidak mutlak dan dapat diperpanjang sewaktu-waktu mengikuti kondisi di lapangan.
"Jika kondisi masih belum mereda, kami dari INALUM akan mengirimkan regu lainnya untuk turun ke BAI sebagai bentuk kolaborasi antarperusahaan," kata Rorim.
Kehadiran tim medis dalam rombongan dinilai krusial. Selain memadamkan api, upaya karhutla kerap terkendala oleh kondisi fisik personel yang menurun akibat paparan asap dan panas di lokasi kebakaran. Dengan adanya tim medis, penanganan kesehatan petugas bisa dilakukan lebih cepat di titik kejadian.
Bantuan ini menjadi bagian dari penguatan penanganan karhutla secara bersama-sama. Selain mengandalkan Emergency Response Group (ERG) PT BAI, keterlibatan personel dari INALUM diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lanjutan di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko meluasnya api di wilayah rawan.