Lotus Esprit 2028 Resmi Arahkan Hybrid: V-6 untuk Emosi, V-8 986 HP untuk Performa Puncak

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:08:31 WIB
Lotus Esprit 2028 resmi mengadopsi powertrain hybrid dengan dua pilihan mesin, yaitu V-6 dan V-8.

KALIMANTAN BARAT — Kabar ini bukan berasal dari rilis pemasaran, melainkan dari panggilan investor relations yang dilaporkan langsung oleh Autocar. CEO Lotus, Qingfeng, menyatakan bahwa opsi V-6 hybrid akan menjadi kunci kepatuhan terhadap regulasi emisi global, "sambil mempertahankan DNA penting Lotus berupa rekayasa ringan dan dinamika berkendara ekstrem yang berfokus di sirkuit." Ini adalah pernyataan strategis yang menentukan arah pengembangan Type 135, nama internal untuk Esprit generasi baru.

Dua Jantung Hybrid: Bukan Sekadar Pilihan, Tapi Dua Karakter Berbeda

Lotus tidak main-main dengan segmentasi. Untuk mereka yang menginginkan pengalaman berkendara paling murni, ada V-6 hybrid. Powertrain ini diyakini merupakan unit yang sama dengan yang sedang disiapkan untuk Emira facelift, terdiri dari mesin 3.0-liter turbocharged V-6 yang dipadukan dengan transmisi otomatis dan motor listrik terintegrasi.

Pada Emira, kombinasi ini diperkirakan menghasilkan tenaga hingga 536 HP dan torsi 516 lb-ft. Untuk Esprit, angka tersebut hampir pasti akan dinaikkan untuk menciptakan jarak yang jelas dari adiknya. Namun, perlu digarisbawahi, ini masih spekulasi—Lotus belum merilis angka resmi untuk varian ini.

Di sisi lain, bagi yang haus tenaga maksimal, V-8 hybrid tetap menjadi primadona. Mesin ini diproduksi oleh Horse—perusahaan patungan antara Renault dan Geely (induk Lotus)—dengan output gabungan yang ditargetkan mencapai minimal 986 tenaga kuda. Tenaga tersebut disalurkan melalui gearbox dual-clutch delapan percepatan.

Yang menarik, meski memiliki lebih banyak silinder, Lotus memberikan perhatian serius pada pengurangan bobot powertrain ini. Ini sejalan dengan filosofi Colin Chapman yang selalu mengutamakan bobot ringan daripada sekadar menambah tenaga mentah—sebuah pendekatan yang sering dilupakan kompetitor.

Posisi Strategis: Menjembatani Emira dan Evija

Qingfeng menjelaskan bahwa Type 135 dirancang untuk mengisi celah antara Emira dan hypercar listrik Evija. "Type 135 akan mengisi celah antara Emira dan Evija, mempertahankan koneksi emosional yang dimiliki pemilik Emira dengan handling mekanis Lotus, sambil memanfaatkan teknologi hybrid V-8 untuk mendekati tolok ukur teknis yang ditetapkan oleh Evija," ujarnya kepada Autocar.

Pernyataan ini penting. Artinya, Esprit bukan sekadar Emira yang lebih bertenaga, melainkan mobil yang dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara analog yang lebih murni—dengan teknologi powertrain modern yang canggih. Ini adalah keseimbangan yang sulit, dan menjadi tantangan terbesar bagi para insinyur Lotus.

Perubahan Haluan: Dari EV Murni ke Hybrid

Perlu dicatat, Type 135 awalnya dirancang sebagai penerus listrik murni dari Emira. Namun, perubahan kondisi pasar global memaksa Lotus mengubah haluan. Keputusan untuk beralih ke hybrid—baik V-6 maupun V-8—adalah pengakuan bahwa permintaan pasar terhadap supercar listrik murni belum sekuat yang diperkirakan, terutama di segmen harga ini.

Ini keputusan yang cerdas. Alih-alih memaksakan diri menjadi pelopor EV yang mungkin gagal di pasar, Lotus memilih jalur aman yang tetap relevan secara emosional dan teknis.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menabung

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda tergoda untuk memesan unit:

  • Harga: Dengan dua pilihan powertrain, harga Esprit dipastikan akan jauh di atas Emira. Jangan heran jika banderolnya menembus angka miliaran rupiah di Indonesia, mengingat pajak progresif untuk mobil berperforma tinggi.
  • Bobot: Meskipun Lotus berusaha keras menjaga bobot, sistem hybrid (baterai + motor listrik) tetap menambah beban. Pertanyaannya, seberapa besar pengorbanan bobot ini terhadap handling khas Lotus yang lincah? Ini akan menjadi ujian terbesar bagi para purist.
  • Ketersediaan: Peluncuran resmi baru dijadwalkan pada 2028. Artinya, konsumen Indonesia masih harus menunggu beberapa tahun lagi, dan alokasi unit untuk pasar Asia Tenggara biasanya terbatas. Antrian bisa sangat panjang.

Verdict Awal: Pragmatis dan Tetap Setia pada Akar

Keputusan Lotus untuk menawarkan dua varian hybrid adalah langkah pragmatis yang cerdas. V-6 untuk mereka yang menginginkan pengalaman berkendara ringan dan lincah di sirkuit, V-8 untuk mereka yang haus tenaga maksimal. Ini bukan sekadar mobil baru, ini pernyataan bahwa Lotus tetap setia pada akarnya—hanya saja, kini dengan soket listrik.

Namun, yang perlu diuji adalah apakah "sensasi analog" yang dijanjikan benar-benar terasa di tengah kompleksitas sistem hybrid. Sampai kita bisa menguji langsung di jalanan Indonesia, semua ini masih sebatas janji di atas kertas. Yang jelas, Esprit 2028 menjadi salah satu supercar paling dinanti—dan paling menarik secara strategi—dari pabrikan asal Inggris ini.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: indragirione.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top