PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memperbarui informasi potensi hujan harian di Kalimantan Barat untuk periode 29 Agustus–4 September 2026. Data infografis yang dirilis Sabtu (29/8) pukul 05.37 WIB menunjukkan tidak ada kategori hujan lebat, sangat lebat, maupun ekstrem dalam sepekan ke depan.
Peta potensi hujan BMKG menggunakan dua warna dominan: hijau untuk hujan ringan dan abu-abu untuk kondisi berawan atau tidak hujan. Masyarakat tetap bisa menggunakan informasi ini sebagai bahan pertimbangan merencanakan aktivitas harian, terutama bagi yang bekerja di sektor pertanian, perkebunan, atau transportasi.
Cakupan wilayah hujan ringan justru meluas pada hari kedua periode prakiraan. Sebanyak 10 kabupaten masuk kategori ini, meliputi Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Pada Sabtu (29/8), potensi hujan ringan hanya tercatat di tiga daerah, yakni Bengkayang, Kapuas Hulu, dan Landak. Wilayah lain seperti Pontianak, Singkawang, Kayong Utara, dan Mempawah berada dalam kondisi berawan atau tidak hujan.
Memasuki Senin (31/8), hujan ringan masih berpotensi terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kondisi serupa diprakirakan berlanjut pada Selasa (1/9), meski dengan sebaran potensi yang berbeda-beda di tiap daerah.
Peta BMKG menunjukkan kombinasi antara wilayah berpotensi hujan ringan dengan daerah berawan atau tidak hujan pada Rabu (2/9) hingga Jumat (4/9). Artinya, cuaca cenderung tidak ekstrem dan masih relatif bersahabat untuk aktivitas luar ruangan.
BMKG membagi potensi hujan ke dalam lima kategori: hujan ringan (0,5–20 mm per hari), hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, dan hujan ekstrem. Pada periode ini, warna peta didominasi hijau dan abu-abu tanpa indikasi hujan dengan intensitas tinggi.
BMKG Kalimantan Barat menyediakan informasi cuaca, peringatan dini, dan prakiraan terkini melalui kanal resminya. Masyarakat diimbau tetap memantau pembaruan data karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.