Pemkab Bengkayang Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Keterampilan Masyarakat, Festival Literasi 2026 Jadi Momentum

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:08:01 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus memberikan sambutan pada puncak Festival Literasi Kabupaten Bengkayang 2026 di Aula Dispusip Bengkayang, Rabu.

BENGKAYANG — Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus menegaskan penguatan literasi tidak lagi sekadar soal kemampuan membaca dan menulis. Ia menyebut literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, hingga menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

"Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana seseorang mampu memahami informasi, menambah pengetahuan, berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Yustianus di Aula Dispusip Bengkayang, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri puncak Festival Literasi Kabupaten Bengkayang 2026 yang digelar Dispusip setempat. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik dan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI.

Perpustakaan Bertransformasi Jadi Ruang Kegiatan Warga

Yustianus menilai peran strategis perpustakaan dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan terampil tidak bisa diabaikan. Karena itu, keberadaan perpustakaan perlu dikembangkan agar tidak berhenti sebagai tempat menyimpan atau meminjam buku.

"Perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang belajar dan tempat masyarakat memperoleh informasi, mengembangkan pengetahuan, serta meningkatkan keterampilan. Perpustakaan telah bertransformasi sebagai pusat kegiatan masyarakat," ujarnya.

Transformasi tersebut, menurut dia, perlu didukung melalui pengelolaan perpustakaan yang semakin baik, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyediaan kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk di tingkat desa dan kelurahan.

Dua Lomba Jadi Tolok Ukur Pengelolaan dan Minat Baca Anak

Festival Literasi 2026 menjadi wujud apresiasi Pemkab Bengkayang kepada masyarakat dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengembangan budaya literasi. Penghargaan diberikan kepada pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik dan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI.

Yustianus berharap prestasi para pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan mampu memotivasi pengelola lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Lomba Bertutur tingkat SD/MI dinilai memiliki manfaat penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.

Kegiatan tersebut tidak hanya mendorong kecintaan anak terhadap buku dan cerita, tetapi juga melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan kreativitas anak.

Literasi Bukan Tugas Satu Instansi, Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Yustianus mengingatkan bahwa membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu instansi. Ia menyebut pemerintah, sekolah, keluarga, penggiat literasi, dan seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif.

"Membangun budaya literasi bukanlah tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, penggiat literasi, dan seluruh elemen masyarakat," katanya.

Ia berharap Festival Literasi Kabupaten Bengkayang menjadi momentum untuk memperluas gerakan membaca dan belajar di masyarakat sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top