Mark Cuban Angkat Kisah Wirausahawan Sosial di Serial Dokumenter How to Change the World

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:43:31 WIB
Mark Cuban membintangi serial dokumenter "How to Change the World" yang menyoroti wirausahawan sosial di Kalimantan Barat.

KALIMANTAN BARAT — How to Change the World hadir sebagai antitesis dari kisah sukses entrepreneur pada umumnya yang kerap diukur dari kecepatan pertumbuhan bisnis dan nilai jual perusahaan. Lewat 10 episode, serial garapan World Within Studios bersama Religion of Sports ini justru menampilkan para pendiri usaha yang menjadikan dampak sosial sebagai tolok ukur utama keberhasilan.

Kisah Nyata di Balik Usaha Sosial

Episode perdana akan mengikuti perjalanan Coral Vita, perusahaan restorasi terumbu karang. Episode berikutnya menyoroti Chicago CRED, organisasi bentukan mantan Menteri Pendidikan AS Arne Duncan yang fokus mencegah kekerasan bersenjata. Setiap episode menggambarkan naik-turunnya perjuangan seorang pendiri, mulai dari perusahaan minuman kecil hingga perusahaan energi hijau yang didirikan komunitas Lakota.

Para kreator menyebut skala pertumbuhan tiap kisah memang berbeda-beda. Namun, ukuran kesuksesan tetap sama, yakni seberapa besar manfaat yang kembali ke masyarakat sekitar.

Jajaran Tokoh dan Visi di Balik Layar

Selain Mark Cuban, deretan nama besar turut angkat bicara dalam serial ini. Mantan CEO Starbucks Howard Schultz, profesor NYU Stern Scott Galloway, pendiri Acumen Jacqueline Novogratz, dan salah satu pendiri Our Place Shiza Shahid menjadi narasumber ahli. Pendaki tebing Alex Honnold, penulis Humans of New York Brandon Stanton, serta mantan koki Gedung Putih Sam Kass juga berbagi perspektif.

Rostam Zafari, pendiri dan CEO World Within, menjelaskan alasan di balik pembuatan serial ini. Menurutnya, kisah entrepreneur tradisional kerap mengagungkan skala dan keuntungan pribadi tanpa mempertanyakan dampaknya bagi manusia dan komunitas. "How to Change the World mengikuti pendiri yang mengukur kesuksesan secara berbeda: dari apa yang mereka berikan kembali kepada komunitas, bukan apa yang mereka bawa pulang," ujar Zafari.

Dylan Mulick, salah satu kreator serial ini, menambahkan bahwa mereka mengikuti individu yang mengorbankan keuntungan pribadi untuk memecahkan masalah besar. "Dengan memadukan jurnalisme investigasi dan estetika sinematik premium, kami menyajikan narasi ini bukan sebagai tayangan pasif, melainkan cetak biru dinamis untuk perubahan sistemik," kata Mulick.

Dukungan Mark Cuban dan Misi World Within

Keterlibatan Mark Cuban bukan tanpa alasan. Pebisnis pemilik Dallas Mavericks itu mengaku hanya mendukung proyek yang dikerjakan sungguh-sungguh oleh orang-orang di belakangnya. "Rostam dan Dylan membangun sesuatu yang berbeda: serial yang melewati kisah kehancuran dan justru mengikuti entrepreneur yang benar-benar memecahkan masalah dan membangun sesuatu yang bertahan di komunitas mereka," ujar Cuban. "World Within tidak hanya merekam kerja itu, mereka mendanainya."

World Within sendiri merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di persimpangan investasi berdampak dan penceritaan. Sebelumnya, mereka memproduksi Makayla's Voice: A Letter to the World yang memenangkan penghargaan dokumenter pendek terbaik di Tribeca Film Festival. Victor Buhler, eksekutif vice president unscripted Religion of Sports, menambahkan bahwa serial ini sejalan dengan tradisi mereka mengangkat kisah individu yang mengatasi rintangan luar biasa, kali ini dari kalangan wirausahawan sosial.

How to Change the World disutradarai oleh Dylan Mulick, Oliver Riley-Smith, dan Nicholas Mihm. Serial ini akan tayang perdana di YouTube pada 10 September, menawarkan perspektif baru tentang bagaimana bisnis bisa menjadi kekuatan untuk perubahan sosial yang nyata.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top