KALIMANTAN BARAT — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 baru saja usai dan Wuling Motors membawa pulang catatan yang cukup gamblang soal pergeseran minat konsumen. Bukan dari jajaran mobil konvensional, melainkan dari lini elektrifikasi. Aira EV, yang resmi diperkenalkan di ajang tersebut, langsung menjadi primadona dengan kontribusi sekitar 68 persen dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Wuling.
Data ini bukan sekadar angka jualan. Ia menunjukkan pola perilaku konsumen yang berubah: orang Indonesia kini serius melirik mobil listrik entry-level, dan Wuling berhasil menangkap momen itu dengan tepat.
Dari 2.238 unit SPK Aira EV, komposisinya timpang. Varian Long Range mendominasi dengan 2.073 unit, sementara Standard Range hanya mencatatkan 165 unit. Selisihnya sangat jauh, mengindikasikan bahwa konsumen Indonesia lebih memilih jangkauan tempuh maksimal daripada sekadar harga termurah.
Perlu dicatat, klaim jarak tempuh yang diumumkan Wuling adalah 205 kilometer untuk Standard Range dan 301 kilometer untuk Long Range. Angka ini berdasarkan pengujian CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle), yang biasanya lebih optimistis dibandingkan standar WLTP atau NEDC. Dalam kondisi berkendara nyata di perkotaan Indonesia dengan AC menyala dan macet, angka tersebut berpotensi turun, tapi untuk kebutuhan harian dalam kota, keduanya masih tergolong masuk akal.
Yang lebih menarik dari sekadar angka SPK adalah data aktivitas test drive. Aira EV mencatatkan 1.648 kali pengujian dari total 2.203 aktivitas test drive Wuling. Artinya, sekitar 75 persen pengunjung yang mencoba mobil Wuling memilih Aira EV. Angka ini jauh melampaui model lain seperti Darion EV (242 kali) dan Eksion EV (156 kali).
Tingginya angka test drive ini penting karena menunjukkan bahwa minat terhadap Aira EV bukan hanya didorong oleh harga atau tren, tapi juga keinginan untuk merasakan langsung pengalaman berkendara listrik. Ini sinyal positif, meski perlu diingat bahwa test drive di area pameran biasanya berkecepatan rendah dan tidak mewakili kondisi jalan sesungguhnya.
Di luar Aira EV, lini elektrifikasi Wuling lain juga mencatatkan penjualan. Darion EV mengumpulkan 517 SPK dan Eksion EV menyumbang 179 unit. Sementara itu, varian PHEV dari Darion dan Eksion masing-masing mencatatkan 95 dan 62 kali test drive, tanpa rincian SPK yang disebutkan dalam laporan resmi.
Sales Director Wuling Motors, Kharismawan Awangga, dalam keterangan resminya, Senin, menyebut pencapaian ini sebagai bentuk respons positif konsumen. "Kami berharap kehadiran Aira ev dapat semakin memberikan pilihan mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Melihat dominasi angka ini, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan calon pembeli sebelum ikut antre memesan Aira EV:
Dominasi Aira EV di GIIAS 2026 adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Namun, keputusan membeli tetap harus berdasarkan kebutuhan dan perhitungan matang, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai.