HNSI Singkawang Jadi Mitra Pemkot Perjuangkan Solar Subsidi Nelayan, Pendangkalan Alur Pelabuhan Juga Disorot

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:27:01 WIB
Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin menegaskan komitmen pemerintah kota memperkuat sinergi dengan HNSI untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

SINGKAWANG — Persoalan kelangkaan solar subsidi bagi nelayan di Kota Singkawang kembali mengemuka. Pemerintah kota menilai organisasi nelayan seperti HNSI memiliki peran kunci untuk menjembatani aspirasi warga pesisir kepada pemda, khususnya dalam memastikan pasokan bahan bakar untuk melaut tetap lancar.

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyatakan kebutuhan BBM jenis solar merupakan salah satu komponen vital dalam aktivitas melaut. Tanpa akses bahan bakar yang mudah, produktivitas tangkapan nelayan dipastikan terganggu.

Dua Keluhan Utama: Solar Subsidi dan Pendangkalan Pelabuhan

Ketua DPC HNSI Kota Singkawang masa bakti 2026-2031, Harry Sarasati Widha Sugeng, membeberkan sejumlah persoalan yang selama ini membelit nelayan setempat. Selain kesulitan memperoleh solar subsidi, pendangkalan alur Pelabuhan/PPI Kuala akibat sedimentasi juga menjadi hambatan besar.

"Sejumlah persoalan turut menjadi perhatian, di antaranya kesulitan memperoleh BBM jenis solar subsidi, pendangkalan alur Pelabuhan/PPI Kuala akibat sedimentasi, serta kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan di laut. Sejumlah persoalan ini perlu dicarikan solusi secara bersama," kata Harry di Singkawang, Minggu.

Pemkot Siap Perkuat Modal dan Pelatihan Nelayan

Muhammadin menegaskan sinergi dengan HNSI tidak hanya berhenti pada isu bahan bakar. Pemerintah kota berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dari hulu ke hilir, mulai dari aspek permodalan, sarana prasarana, hingga akses pasar.

"Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan HNSI. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, mulai dari aspek permodalan, sarana prasarana, hingga akses pasar," ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammadin berharap HNSI tidak sekadar menjadi organisasi formal yang hadir saat pelantikan. Organisasi ini diminta berperan aktif sebagai rumah besar bagi nelayan untuk menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan inovasi agar nelayan Singkawang semakin modern.

"Saya berharap HNSI tidak hanya menjadi organisasi yang hadir saat pelantikan, tetapi benar-benar menjadi rumah besar bagi seluruh nelayan. Menjadi tempat menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan, membangun solidaritas, serta menghadirkan inovasi agar nelayan kita semakin maju, modern dan sejahtera," kata Muhammadin.

Data Nelayan Jadi Kunci Perumusan Kebijakan

Dengan kepengurusan baru, HNSI Singkawang didorong memperkuat pendataan dan penyampaian aspirasi nelayan. Data yang akurat dinilai penting agar pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam merumuskan dukungan bagi masyarakat pesisir.

Pemerintah kota menyatakan siap mendukung program-program HNSI yang berpihak kepada nelayan, termasuk dalam penguatan kelembagaan, pelatihan, serta pendampingan agar nelayan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Koordinasi antara pemkot, HNSI, dan pihak terkait disebut perlu diperkuat agar kebutuhan nelayan dapat disampaikan berdasarkan data dan kondisi di lapangan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top