KALIMANTAN BARAT — Nama Leshia Tivana Billar belakangan ini ramai disebut para ibu di grup WhatsApp. Bukan karena gaya busananya, melainkan kabar bahwa balita yang belum genap berusia 2 tahun itu sudah terlihat mengikuti kegiatan sekolah. Momen ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, mengingat usia baduta biasanya lebih identik dengan bermain di rumah.
Lesti Kejora dan Rizky Billar tampak mengantar langsung buah hati mereka di hari pertama. Dari foto-foto yang beredar, Leshia terlihat antusias membawa tas kecilnya. Raut wajahnya yang ceria seolah memberi sinyal bahwa ia nyaman dengan lingkungan barunya.
Keputusan ini tentu bukan tanpa pertimbangan. Di Indonesia, istilah "sekolah" untuk anak di bawah dua tahun seringkali merujuk pada playgroup atau program mom and baby class. Kegiatannya lebih fokus pada stimulasi motorik kasar, sensorik, dan pengenalan sosialisasi awal, bukan akademik.
Bagi orang tua muda seperti Lesti dan Rizky Billar, memasukkan anak ke lingkungan terstruktur sejak dini bisa menjadi sarana untuk melatih kemandirian. Anak belajar antre, berbagi mainan, dan mengikuti instruksi sederhana dari guru. Ini adalah bekal sosial-emosional yang baik sebelum nantinya masuk jenjang Taman Kanak-kanak (TK).
Dalam beberapa unggahan yang beredar, Leshia tampil menggemaskan dengan seragam sekolahnya. Ia juga tidak cengeng saat ditinggal orang tuanya di depan kelas. Hal ini menunjukkan bahwa bonding antara anak dan orang tua sudah cukup kuat, sehingga ia merasa aman meski berada di lingkungan baru.
Kakaknya, Al Fatih, juga terlihat ikut mengantar dan menemani sang adik di hari pertama. Momen kebersamaan kakak-beradik ini sukses membuat netizen banjir rasa sayang. Banyak yang berkomentar bahwa Leshia cepat beradaptasi, dan hal ini tak lepas dari pola asuh konsisten yang diterapkan Lesti di rumah.
Melihat pengalaman Leshia, mungkin banyak ibu yang mulai tertarik melakukan hal serupa. Namun, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar transisi anak mulus:
Para ahli tumbuh kembang umumnya menyarankan anak mulai dikenalkan pada lingkungan sosial yang lebih luas di usia 2-3 tahun. Di usia ini, anak mulai tertarik bermain dengan teman sebaya meski masih dalam mode parallel play (bermain berdampingan).
Jika anak menunjukkan tanda-tanda siap seperti tidak cemas berpisah dengan orang tua dalam waktu singkat dan mulai bisa mengkomunikasikan keinginannya, maka mendaftarkannya ke program bermain sambil belajar bisa menjadi pilihan tepat. Namun, jika anak masih sangat bergantung dan sering tantrum, tidak ada salahnya menunda dulu sampai usianya lebih matang secara emosional.
Pada akhirnya, keputusan Lesti Kejora dan Rizky Billar adalah pilihan personal yang disesuaikan dengan kebutuhan Leshia. Yang terpenting, stimulasi di rumah tetap menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak di usia emasnya.