Cegah Stunting dari Kehamilan, Kotim Luncurkan Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk Generasi Bebas Stunting

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:42:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meluncurkan Gerakan Ibu Hamil Sehat di Puskesmas Cempaka Mulia, Rabu (29/7/2026), untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan.

KALIMANTAN BARAT — Kesehatan anak dimulai jauh sebelum ia lahir ke dunia. Inilah yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat, sebuah kolaborasi lintas sektor yang resmi digelar di Puskesmas Cempaka Mulia, Desa Cempaka Mulya Barat, Kecamatan Cempaga, Rabu (29/7/2026).

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih membayangi, seperti tingginya kasus anemia pada ibu hamil, kekurangan energi kronis (KEK), hingga hipertensi dalam kehamilan. Kondisi-kondisi ini dikenal sebagai pemicu lahirnya bayi berat badan rendah yang berujung pada stunting.

Mengapa Pencegahan Stunting Harus Dimulai dari Ibu Hamil?

Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak. Ini adalah masalah kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Asisten Administrasi Umum Setda Kotim, Eka Bima Wardhana, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa menunggu anak lahir. "Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dukungan seluruh elemen masyarakat," ujarnya saat membacakan sambutan Penjabat Sekretaris Daerah Kotim.

Fondasi kesehatan yang dibangun sejak dalam kandungan akan menentukan tumbuh kembang anak di 1.000 hari pertama kehidupannya. Jika asupan gizi ibu kurang, risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah (BBLR) meningkat drastis.

Langkah Nyata yang Harus Dilakukan Ibu Hamil

Melalui gerakan bertema "Bersama Bergerak Mewujudkan Ibu Hamil Sehat, Persalinan Aman, dan Generasi Bebas Stunting", Pemkab Kotim mendorong para calon ibu untuk lebih proaktif menjaga kehamilannya. Ada beberapa kunci utama yang disosialisasikan dalam program ini:

  • Rutin Periksa Kehamilan: Jalani pemeriksaan sesuai standar pelayanan minimal di fasilitas kesehatan atau posyandu terdekat.
  • Penuhi Gizi Seimbang: Konsumsi makanan bergizi lengkap dan bervariasi untuk mendukung pertumbuhan janin.
  • Patuhi Tablet Tambah Darah: Konsumsi rutin untuk mencegah anemia yang sering dialami ibu hamil.
  • Aktif Bergerak: Lakukan aktivitas fisik ringan sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk menjaga kebugaran.
  • Kenali Tanda Bahaya: Pahami gejala bahaya kehamilan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat.

Peran Kader Posyandu dan Dukungan Keluarga

Kesuksesan program ini tidak lepas dari peran para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dedikasi mereka dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, penyuluhan gizi, dan pendampingan keluarga sangat berkontribusi besar dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.

Pemkab Kotim memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang selama ini bekerja tanpa lelah. Eka Bima Wardhana juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai sarana menambah wawasan dan membagikan ilmu yang didapat kepada keluarga serta lingkungan sekitar agar manfaatnya semakin luas.

Gerakan Ibu Hamil Sehat ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata Pemkab Kotim untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan keluarga, generasi yang sehat, unggul, dan bebas stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur bukan lagi sekadar mimpi.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: kalamanthana.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top