KETAPANG — DPRD dan Bappeda Kabupaten Ketapang memulai tahapan awal penyelarasan prioritas pembangunan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap program yang direncanakan memiliki keselarasan antara kebijakan politik dan perencanaan teknis.
Proses sinkronisasi menjadi krusial agar dokumen RKPD yang nantinya disahkan tidak tumpang tindih dengan program lain serta tepat sasaran. Tanpa penyelarasan ini, potensi pemborosan anggaran dan ketidaktepatan sasaran pembangunan dinilai cukup besar.
Dalam pembahasan awal, kedua lembaga memetakan sejumlah isu prioritas yang akan diusung dalam RKPD 2027. Beberapa sektor menjadi perhatian utama karena dampaknya yang langsung dirasakan warga.
Penyusunan RKPD 2027 dimulai lebih awal agar pemerintah daerah memiliki waktu cukup untuk merancang program yang matang. Jadwal ini juga mengikuti siklus perencanaan pembangunan nasional yang menuntut setiap daerah untuk menyampaikan rencana kerja secara tepat waktu.
Dengan memulai pembahasan sejak sekarang, DPRD dan Bappeda berharap tidak ada lagi program yang bersifat dadakan atau tidak terukur. Semua usulan harus melewati proses verifikasi dan prioritas berbasis data.
Jika proses sinkronisasi berjalan lancar, warga Ketapang bisa menikmati program pembangunan yang lebih terarah. Misalnya, perbaikan akses jalan ke sentra produksi pertanian atau peningkatan layanan puskesmas di desa-desa terpencil.
DPRD juga mendorong agar setiap program yang masuk dalam RKPD 2027 memiliki indikator kinerja yang jelas. Hal ini penting untuk memudahkan evaluasi di akhir tahun anggaran.
Pembahasan lanjutan akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Ketapang. Tahapan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan juga akan menjadi sumber masukan utama dalam menentukan skala prioritas.