PONTIANAK — Data kepolisian menunjukkan bahwa Kota Pontianak menjadi wilayah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas paling tinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat. Angka ini mendorong Satlantas Polresta Pontianak untuk merancang pendekatan baru dalam Operasi Patuh Kapuas yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
Tingginya volume kendaraan dan kepadatan aktivitas di pusat kota menjadi faktor utama penyumbang angka kecelakaan. Berbeda dengan daerah lain di Kalbar yang karakternya lebih rural, Pontianak menghadapi tantangan berupa tingginya mobilitas pengendara sepeda motor, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Pihak Satlantas Polresta Pontianak menyatakan akan mengubah pola penindakan dari sekadar razia statis menjadi patroli dinamis di titik-titik rawan. Strategi ini mencakup peningkatan kehadiran petugas di perlintasan dan persimpangan tanpa lampu lalu lintas, serta sosialisasi langsung ke komunitas pengemudi ojek online dan pengendara roda dua.
"Kami tidak hanya akan menindak, tetapi juga melakukan pendekatan preventif dengan edukasi di sekolah-sekolah dan pasar tradisional," ujar perwakilan Satlantas Polresta Pontianak dalam keterangannya.
Operasi Patuh Kapuas yang direncanakan berlangsung tahun depan tidak hanya mengedepankan penilangan. Polresta Pontianak akan mengintegrasikan data kecelakaan dari tahun-tahun sebelumnya untuk menentukan titik prioritas pengawasan. Langkah ini diharapkan bisa menurunkan angka fatalitas yang selama ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pontianak.
Dengan strategi baru ini, polisi berharap masyarakat lebih disiplin dan sadar akan risiko berkendara di wilayah perkotaan yang padat seperti Pontianak.