KALIMANTAN BARAT — Uji coba yang melibatkan rute Grapevine ini bukan sekadar jalan biasa. Ruas jalan di Interstate 5 ini dikenal sebagai momok bagi sopir truk diesel karena tanjakannya yang curam dan panjang. Untuk Tesla Semi, ini justru jadi panggung pembuktian keunggulan teknologi motor listrik.
Matt McLelland, VP of Sustainability and Innovation Covenant Logistics, mengungkapkan di LinkedIn bahwa pengemudi yang ditugaskan "terpukau oleh performa Tesla Semi dan merasakan tingkat kepercayaan diri yang sulit ditandingi truk diesel." Pernyataan ini bukan basa-basi, karena Grapevine memiliki elevasi 4.160 kaki dengan turunan curam 6 persen sepanjang 5 mil.
Pada rute menurun, keunggulan utama Tesla Semi langsung terasa. Sistem pengereman regeneratif tidak hanya menghemat kanvas rem, tetapi juga mengisi ulang baterai. "Itu bukan masalah untuk kendaraan listrik karena pengereman regeneratif melakukan sebagian besar pekerjaan," jelas McLelland. Risiko rem blong karena panas berlebih (brake fade) yang sering dihadapi truk diesel di turunan panjang pun bisa diminimalisir.
Covenant Logistics bukan satu-satunya yang terkesan. Sejak Tesla memulai produksi massal Semi di Nevada pada 29 April lalu, sejumlah raksasa logistik AS telah melakukan evaluasi serupa dengan hasil yang positif. ArcBest, misalnya, mencatat konsumsi energi rata-rata hanya 1,55 kWh per mil dalam pengujian 3 pekan. DHL Supply Chain juga menuntaskan uji coba 3.000 mil dengan angka 1,72 kWh per mil dalam kondisi muatan penuh.
Data ini menunjukkan bahwa keunggulan Tesla Semi bukan anekdot, melainkan pola yang terukur. CEVA Logistics melaporkan penghematan emisi CO? hingga 4,38 metrik ton selama uji coba di Pantai Barat. Sementara MDB Transportation dan AiLO Logistics juga telah menjalani program uji coba tiga pekan untuk operasi drayage pelabuhan.
Yang menarik dari evaluasi ini adalah faktor penerimaan pengemudi. Dalam industri truk, resistensi pengemudi seringkali menjadi hambatan adopsi teknologi baru. Jika pengemudi yang terbiasa dengan kabin bising dan getaran mesin diesel justru lebih memilih Tesla Semi di rute berat seperti Grapevine, ini menjadi sinyal kuat bagi operator armada untuk beralih.
Komentar dari pembaca di artikel asli juga menyoroti hal ini. "Truk listrik jauh lebih nyaman bagi pengemudi. Lebih sedikit kebisingan, getaran, dan asap buang beracun. Itu membantu mengurangi kelelahan," tulis seorang pengguna. Dengan ekonomi bahan bakar yang semakin tidak menentu, keunggulan operasional dan kenyamanan ini bisa menjadi faktor penentu.
Covenant Logistics sendiri adalah operator dengan pendapatan US$1,16 miliar pada 2025 dan mengelola lebih dari 2.600 unit traktor. Evaluasi positif dari perusahaan sekelas ini jelas memberikan bobot lebih pada kredibilitas Tesla Semi. McLelland pun mengisyaratkan bahwa ringkasan lengkap evaluasi akan segera dipublikasikan.