Beli Obat di Gojek Kini Bisa 30 Menit Sampai, Warga Tak Perlu Antre di Apotek Lagi

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 00:35:01 WIB
Layanan GoMed Gojek memungkinkan pengiriman obat dalam 30–45 menit tanpa antre di apotek.

KALIMANTAN BARAT — Bagi warga Jakarta dan kota-kota besar lain, demam mendadak atau sakit kepala di malam hari bukan lagi alasan untuk mengantre di apotek. Lewat aplikasi Gojek, pengguna bisa memesan obat bebas maupun obat resep lewat fitur GoMed, dan dalam waktu kurang dari satu jam obat sudah sampai di depan pintu.

Layanan ini mengintegrasikan sistem Halodoc sebagai platform telemedis dengan logistik instan Gojek. Pengguna bisa berkonsultasi dengan dokter secara daring, mendapat resep digital, lalu langsung menebusnya tanpa perlu mencetak resep. Menurut riset internal, integrasi ini meningkatkan efisiensi distribusi obat hingga 60% dibanding metode konvensional di kota-kota besar.

Apa Saja Obat yang Bisa Dibeli Tanpa Resep?

Di platform GoMed, obat-obatan dikelompokkan dalam tiga kategori. Pertama, obat bebas bertanda lingkaran hijau yang bisa dibeli langsung tanpa resep dokter, seperti vitamin atau obat flu ringan. Kedua, obat bebas terbatas berlambang lingkaran biru yang tetap bisa dibeli tanpa resep namun disertai peringatan khusus.

Ketiga, obat keras dengan tanda lingkaran merah atau huruf K. Untuk kategori ini, pengguna wajib mengunggah foto resep dokter yang masih berlaku, atau hasil konsultasi langsung dengan dokter di platform Halodoc. Aturan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan yang mewajibkan resep untuk obat tertentu demi mencegah penyalahgunaan dan resistensi antibiotik.

Bagaimana Cara Pesan agar Obat Sampai Cepat?

Sistem GoMed otomatis mendeteksi lokasi pengguna lewat GPS, lalu mencarikan apotek mitra terdekat—baik jaringan besar seperti Kimia Farma, Century, Guardian, maupun apotek lokal berizin. Semakin dekat lokasi apotek, semakin kecil ongkos kirim dan semakin besar peluang obat sampai dalam 30-45 menit.

Pembayaran bisa dilakukan lewat GoPay, PayLater, maupun kartu kredit atau debit. Setelah pembayaran terverifikasi, pesanan langsung diteruskan ke mitra pengemudi yang akan menjemput obat di apotek terkait. Semua apotek mitra wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA) dan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA), menjamin keaslian produk yang dikirim.

Apakah Obat yang Dikirim Aman dari Produk Palsu?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peredaran obat palsu di pasar gelap digital masih menjadi ancaman serius. Dengan menggunakan layanan resmi GoMed, konsumen terlindungi karena rantai pasoknya terpantau digital—obat dikirim langsung dari apotek fisik legal ke tangan konsumen tanpa perantara pihak ketiga yang tidak terverifikasi.

Selain itu, kemasan obat biasanya disegel rapat dan tertutup, menjaga kerahasiaan kondisi medis pengguna. Riwayat transaksi juga tersimpan di aplikasi, memudahkan pengguna memantau penggunaan obat di masa lalu untuk konsultasi dokter di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mulai bagi Pengguna Baru?

Buka aplikasi Gojek, cari ikon palang medis bertuliskan GoMed di halaman utama. Jika tidak terlihat, klik tombol "Lainnya" untuk menemukan daftar lengkap layanan. Setelah masuk, pilih kategori obat yang dibutuhkan, cari produk, dan sistem akan menampilkan apotek mitra terdekat beserta harga dan estimasi waktu pengiriman.

Bagi yang baru pertama kali, disarankan menyiapkan foto resep dokter jika ingin membeli obat keras. Jika belum punya resep, pengguna bisa memanfaatkan fitur konsultasi dokter di platform Halodoc yang terintegrasi langsung, sehingga proses dari konsultasi hingga pengiriman obat bisa selesai dalam satu aplikasi.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: mawar#4193 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top