SAMBAS — Jembatan Sabung Setangga di Kabupaten Sambas kembali memakan korban jiwa. Peristiwa terbaru ini menambah panjang daftar kecelakaan yang terjadi di infrastruktur penghubung antar desa tersebut.
Warga sekitar menyebutkan angka korban jiwa di jembatan itu sudah tidak terhitung jumlahnya. "Sudah tak terhitung," ujar seorang warga kepada Tribun Pontianak, menggambarkan betapa seringnya insiden terjadi di titik tersebut.
Jembatan Sabung Setangga dinilai sangat berbahaya karena tidak dilengkapi pagar pengaman yang memadai. Kondisi ini membuat kendaraan, terutama sepeda motor, rawan tergelincir dan jatuh ke sungai saat melintas, terutama di musim hujan ketika jalan licin.
Warga sudah berulang kali melaporkan kondisi ini kepada pihak desa dan kecamatan. Namun, hingga insiden terbaru terjadi, belum ada perbaikan signifikan yang dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Dalam peristiwa paling anyar, korban dilaporkan jatuh ke sungai setelah kehilangan kendali saat melintasi jembatan. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. Proses evakuasi kerap terhambat oleh arus sungai yang deras dan kondisi medan yang sulit.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta pemasangan pagar pengaman dan rambu-rambu peringatan di sepanjang jembatan. "Kami tidak ingin ada lagi korban berjatuhan. Ini sudah darurat," tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sambas terkait rencana perbaikan Jembatan Sabung Setangga. Warga berharap insiden terbaru ini menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan.