Dosen Untan: Kalbar Buktikan Toleransi Bukan Sekadar Wacana, 7 Suku Hidup Berdampingan di Satu Wilayah

Penulis: Ujang Rahmat  •  Senin, 01 Juni 2026 | 15:10:23 WIB
Warga Kalbar dari tujuh suku besar merayakan keberagaman dengan saling menghormati.

SAMBAS — Dosen Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan), Firdaus SIP M Sos, menegaskan bahwa keberagaman di Kalimantan Barat bukanlah sekadar slogan, melainkan praktik yang terlihat dalam keseharian masyarakat. Menurutnya, perayaan budaya seperti Gawai Dayak, Robo-Robo, dan Cap Go Meh menjadi bukti bahwa perbedaan justru menjadi perekat sosial.

Pancasila sebagai Fondasi Hidup Berdampingan

Firdaus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Moderasi Lintas Etnis menyebut, nilai-nilai Pancasila menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan yang damai di Kalbar. “Pancasila bukan hanya dihafalkan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, agar persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya saat membahas momentum Hari Lahir Pancasila.

Ia menambahkan, sikap saling menghormati antarumat beragama dan gotong royong dalam berbagai kegiatan sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Bagi Firdaus, Kalbar memiliki pengalaman panjang dalam mengelola kemajemukan yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Setiap Warga Negara Punya Kedudukan yang Sama

Dalam paparannya, dosen Untan ini mengingatkan bahwa sila Persatuan Indonesia mengajarkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, atau budaya. Prinsip ini, menurutnya, harus menjadi perekat bangsa, bukan sumber perpecahan.

Firdaus juga menyoroti tantangan di era digital. “Harus bisa menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi. Karena ini menjadi bagian penting dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” pesannya kepada masyarakat.

Fakta Singkat Toleransi di Kalbar

  • 7 suku besar hidup berdampingan: Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, Bugis, dan lainnya.
  • 3 perayaan budaya jadi simbol kerukunan: Gawai Dayak, Robo-Robo, dan Cap Go Meh.
  • Praktik nyata: gotong royong dan saling menghormati antarumat beragama terjadi setiap hari.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Firdaus mengajak seluruh warga Kalbar untuk terus memperkuat semangat toleransi dan menjadikan keberagaman sebagai modal sosial menuju daerah yang damai, maju, dan sejahtera.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: sambastimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top