Gali Lebih Dalam, Emas Pani Targetkan Tambahan 7 Juta Ons Emas

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 21:06:14 WIB
Tambang Emas Pani di Gorontalo targetkan tambahan 7 juta ons emas dari eksplorasi mendalam.

KALIMANTAN BARAT — Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, saat ini memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Angka itu setara dengan sekitar 7 juta ons emas dan menjadi fondasi utama pengembangan tambang skala besar yang tengah dibangun perseroan.

Yang menarik, sumber daya tersebut baru berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare. Padahal, total wilayah konsesi perusahaan mencapai 14.670 hektare. Artinya, peluang penambangan masih terbuka lebar.

Enam Titik Pengeboran dan Satu Rig Tambahan

Pada tahap awal, program deep drilling ini mencakup enam titik pengeboran dengan satu unit rig yang sudah beroperasi. Satu rig tambahan dijadwalkan mulai beroperasi bulan depan untuk mempercepat proses eksplorasi.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Abidin, mengatakan dimulainya fase produksi di Pani memberi ruang lebih besar bagi perusahaan untuk menguji potensi di kedalaman yang belum pernah dieksplorasi. "Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5).

Boyke menambahkan, program ini dirancang fleksibel sehingga bisa diperluas jika hasil awal menunjukkan prospek positif.

Eksplorasi di Kolokoa dan Lone Pine Jalan Terus

Selain Pani, EMAS juga melanjutkan eksplorasi di prospek Kolokoa. Di sana, perusahaan telah menyelesaikan pengeboran awal sebanyak 54 lubang dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Dalam waktu sekitar enam bulan dan biaya eksplorasi USD2,4 juta, perusahaan berhasil menetapkan target eksplorasi Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas antara 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton.

Target itu dinilai menunjukkan potensi tambahan sumber daya mineral yang bisa memperkuat portofolio aset emas perseroan. Manajemen saat ini tengah menyiapkan estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa yang ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga telah menyiapkan agenda eksplorasi lanjutan di area Lone Pine pada semester II 2026. Program ini akan didukung survei geofisika menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric serta survei magnetik udara berbasis helikopter yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.

Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai standar internasional, termasuk JORC Code 2012 dan KCMI 2017, untuk menjaga transparansi dan kualitas pelaporan sumber daya mineral.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top