MEMPAWAH — Vihara Tjhie San Thong, salah satu bangunan tertua di Kalimantan Barat, kini terancam dibongkar. Rencana ini memicu reaksi dari tokoh masyarakat Tionghoa Mempawah yang menolak keras langkah tersebut demi menjaga warisan sejarah yang telah berusia hampir dua abad.
Vihara Tjhie San Thong bukan sekadar tempat ibadah. Bagi warga Tionghoa di Mempawah, bangunan ini adalah simbol perjalanan panjang leluhur mereka di tanah Kalimantan. Didirikan pada abad ke-19, vihara ini menjadi saksi bisu akulturasi budaya dan penyebaran agama di wilayah pesisir tersebut.
“Kami meminta agar keaslian vihara ini dijaga. Ini adalah peninggalan sejarah yang tidak bisa digantikan,” ujar seorang tokoh masyarakat Tionghoa Mempawah. Pernyataan ini menegaskan sikap tegas komunitas Tionghoa terhadap upaya pembongkaran yang dinilai mengabaikan nilai historis bangunan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang merencanakan pembongkaran. Namun, isu ini mencuat di tengah masyarakat dan memicu kekhawatiran akan hilangnya salah satu ikon budaya di Kabupaten Mempawah. Vihara Tjhie San Thong selama ini menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang kerap dikunjungi wisatawan.
Keberadaan vihara ini juga menjadi pengingat akan harmoni antarumat beragama yang telah terjalin lama di daerah tersebut. Bangunan ini berdiri berdampingan dengan rumah ibadah lainnya, mencerminkan toleransi yang telah mengakar di Kalimantan Barat.
Para tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menyelamatkan vihara ini. Mereka mendesak agar Vihara Tjhie San Thong ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga memiliki payung hukum yang kuat untuk mencegah pembongkaran.
“Kami akan terus berjuang. Ini bukan soal bangunan, tapi soal identitas dan sejarah kami,” tambah tokoh tersebut. Masyarakat Tionghoa Mempawah berencana menggalang dukungan dari berbagai pihak, termasuk budayawan dan sejarawan, untuk mempertahankan vihara bersejarah ini.