Pemprov Kalbar Libatkan Mahasiswa Kehutanan dari 12 Universitas untuk Perkuat Target FOLU Net Sink 2030

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 17:56:01 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Pontianak.

PONTIANAK — Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa kehutanan di Kalimantan Barat kini memasuki babak baru. Gubernur Kalbar Ria Norsan secara resmi membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) di Pontianak, Selasa, dengan melibatkan mahasiswa dari sedikitnya 12 perguruan tinggi se-Indonesia.

Gubernur menegaskan bahwa mahasiswa kehutanan memiliki posisi strategis sebagai calon rimbawan muda yang mampu menghadirkan solusi konkret dalam pengelolaan hutan.

Mengapa Mahasiswa Kehutanan Jadi Prioritas Pemprov Kalbar?

Menurut Ria Norsan, keterlibatan mahasiswa bukan sekadar seremoni. Mereka akan didorong untuk menelurkan inovasi yang aplikatif, terutama dalam mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030 — sebuah komitmen pemerintah pusat untuk menekan emisi karbon dari sektor kehutanan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Sylva Indonesia, Fakultas Kehutanan Untan, serta seluruh panitia. Kami bangga Kalimantan Barat dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan generasi muda kehutanan Indonesia yang membawa semangat dan komitmen bagi kelestarian lingkungan," ujar Ria Norsan di Pontianak, Selasa.

Aksi Nyata: Dari Perhutanan Sosial hingga Rehabilitasi Hutan

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki yang turut hadir dalam konferensi tersebut menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus terlibat langsung dalam pendampingan perhutanan sosial, pencegahan karhutla, hingga rehabilitasi hutan.

"Kami berharap Sylva Indonesia menjadi organisasi pembelajar. Kementerian Kehutanan berkomitmen membantu peningkatan kapasitas mahasiswa agar terlibat dalam aksi nyata," kata Rohmat Marzuki.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah titik konservasi di Kalimantan Barat. Peserta diperkenalkan langsung dengan kekayaan budaya dan lingkungan lokal, sekaligus mempraktikkan teknik pengelolaan hutan berkelanjutan.

Kolaborasi Multi-Stakeholder Jadi Kunci

Acara yang mengusung tema “Sylva Indonesia sebagai Katalisator Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Kolaborasi Multi-Stakeholder” ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz, Rektor Untan Garuda Wiko, serta akademisi dari berbagai daerah.

Pemprov Kalbar berharap konferensi ini mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang tidak hanya berhenti di meja diskusi. Target jangka pendeknya adalah penguatan jejaring antara pemerintah daerah, kampus, dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan deforestasi dan perubahan iklim.

"Saya berharap konferensi tersebut mampu menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif untuk mendukung target Indonesia FOLU Net Sink 2030 serta memperkuat upaya konservasi lingkungan di daerah," tutup Gubernur Ria Norsan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top