Bursa kripto global Kraken menyatakan kesiapan perusahaan untuk melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO) kini telah mencapai 80 persen. Langkah besar ini dibarengi dengan kemitraan strategis bersama MoneyGram untuk menjembatani celah antara aset digital dan uang tunai di seluruh dunia.
Ambisi Kraken untuk menjadi perusahaan publik memasuki babak baru. Co-CEO Payward dan Kraken, Arjun Sethi, mengonfirmasi bahwa persiapan internal untuk melantai di bursa saham sudah hampir tuntas. Meski dokumen rahasia telah diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat sejak November lalu, manajemen masih menunggu momentum pasar yang tepat untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut.
Di tengah persiapan IPO, Kraken memperkuat fundamental bisnisnya dengan menggandeng MoneyGram. Kemitraan ini bertujuan menyelesaikan masalah "last mile" atau titik terakhir dalam adopsi kripto, yakni kemudahan mengubah aset digital menjadi uang tunai fisik. MoneyGram membawa kekuatan infrastruktur yang masif dengan sekitar 500.000 lokasi ritel di seluruh dunia.
"Ini adalah langkah pertama kerja sama kami untuk menyelesaikan masalah titik terakhir," ujar Anthony Soohoo, Chairman dan CEO MoneyGram, dalam ajang Consensus Miami. Menurutnya, meski digitalisasi masif, dalam banyak situasi konsumen masih membutuhkan akses ke uang tunai fisik untuk kebutuhan sehari-hari.
Sethi menambahkan bahwa kebutuhan ini sangat nyata di wilayah dengan infrastruktur keuangan yang belum merata, seperti Amerika Latin. Pengguna di sana membutuhkan lokasi fisik untuk melakukan onboarding atau pencairan dana. Jaringan luas MoneyGram menjadi jawaban atas hambatan geografis dan teknis yang selama ini menghalangi adopsi kripto di level akar rumput.
Transformasi industri saat ini membuat bursa kripto mulai mengambil alih peran yang selama ini dipegang oleh perbankan tradisional. Sethi menyoroti bagaimana stablecoin menjadi kunci utama dalam efisiensi sistem keuangan global. Penggunaan aset digital yang dipatok ke mata uang fiat ini dianggap mampu memangkas biaya transaksi secara signifikan.
Ada beberapa poin penting yang menjadi fokus transformasi Kraken dan MoneyGram:
"Banyak hal yang dulu dilakukan bank, kini dilakukan oleh perusahaan kripto," kata Sethi. Ia secara tegas menyebut bahwa dalam ekosistem baru ini, para perantara tradisional adalah pihak yang akan kehilangan peran, dan menurutnya hal itu memang seharusnya terjadi demi efisiensi pengguna.
Terkait rencana IPO, Kraken sempat dikabarkan menunda proses tersebut pada Maret lalu karena kondisi pasar yang volatil. Namun, Sethi menegaskan bahwa secara internal perusahaan sudah sangat siap. Kedisiplinan biaya dan otomatisasi sistem yang dilakukan selama setahun terakhir diklaim telah memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Di sisi lain, MoneyGram yang telah menjadi perusahaan privat sejak 2023 mengaku tidak terburu-buru untuk kembali ke bursa. Soohoo menyatakan fokusnya saat ini adalah membangun kembali nilai jangka panjang perusahaan tanpa tekanan laporan kuartalan. Sinergi kedua perusahaan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem finansial yang lebih cepat dan murah.
Kabar kesiapan IPO Kraken muncul di saat pelaku industri kripto lainnya sedang melakukan manuver agresif. MicroStrategy, pemegang Bitcoin korporasi terbesar, baru saja melaporkan kerugian bersih kuartal pertama sebesar 12,54 miliar dolar AS (sekitar Rp 200,6 triliun). Kerugian ini dipicu oleh penurunan nilai aset digital yang mereka pegang.
Meski merugi, Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor, mengusulkan strategi berani dengan menjual Bitcoin untuk membayar dividen kepada pemegang saham. Saat ini, perusahaan tersebut memegang 818.334 Bitcoin dengan harga rata-rata pembelian 75.537 dolar AS (sekitar Rp 1,2 miliar). Langkah-langkah kontras antara Kraken yang fokus pada infrastruktur tunai dan MicroStrategy pada akumulasi aset menunjukkan dinamika strategi yang beragam di industri kripto global saat ini.