Gizi Anak dan Bibit Petinju Kelas Berat: Harapan Pertina untuk MBG

Penulis: Ujang Rahmat  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:07:31 WIB
Wakil Ketua Umum Pertina Shelly Selowati H. Soejono menyampaikan harapan agar program Makan Bergizi Gratis mendukung tumbuh kembang anak dan regenerasi atlet tinju.

KALIMANTAN BARAT — Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) mengakui kesulitan mencari bibit petinju kelas berat putra maupun putri di seluruh daerah. Wakil Ketua Umum Pertina Shelly Selowati H. Soejono berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu tumbuh kembang anak sekaligus membuka peluang lahirnya atlet tinju potensial.

Shelly menyampaikan hal itu di tengah tantangan regenerasi atlet tinju nasional. Menurutnya, Indonesia punya banyak petinju di kelas ringan, tetapi atlet dengan postur dan tinggi badan untuk bersaing di kelas berat jauh lebih sulit ditemukan.

Dukungan terhadap program MBG disampaikan Shelly sebagai bagian dari perhatian pada pemenuhan gizi anak. Ia menilai kualitas tumbuh kembang anak dipengaruhi asupan gizi, kondisi kesehatan, latihan, hingga pendampingan yang tepat.

Mengapa Bibit Petinju Kelas Berat Sulit Ditemukan

Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun untuk kelas berat, Pertina juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet.

"Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun, untuk kelas berat, kami juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet. Dari pengalaman pembinaan, mencari bibit kelas berat yang baik masih menjadi tantangan bagi Pertina," kata Shelly.

Persoalan ini tidak hanya terjadi pada petinju putra. Pencarian bibit petinju kelas berat putri menghadapi tantangan lebih besar, meski kelas tersebut menyimpan peluang prestasi yang perlu dikembangkan lewat pembinaan berkelanjutan.

Peran Gizi dalam Tumbuh Kembang Anak

Shelly menilai pemenuhan gizi sejak dini menjadi salah satu aspek penting untuk mempersiapkan generasi sehat dan berpotensi menjadi atlet. Program MBG diharapkan berjalan seiring pembinaan olahraga yang terencana di daerah.

"Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak. Pertina merasakan langsung sulitnya mencari bibit petinju kelas berat. Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet," ujarnya.

Meski begitu, Shelly menegaskan MBG bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan mencetak atlet berprestasi. Potensi olahraga setiap anak perlu dikenali sejak dini dan dikembangkan sesuai usia serta kondisi masing-masing.

Pembinaan di Daerah Jadi Kunci Regenerasi

Sebagai organisasi yang membina tinju dari akar rumput, Pertina memiliki jaringan daerah untuk menemukan dan mengembangkan calon atlet. Jaringan itu menjadi modal penting memperluas pencarian bibit, termasuk di kelas yang masih kekurangan atlet potensial.

Shelly juga mengapresiasi prestasi petinju Indonesia yang meraih medali di berbagai ajang, termasuk SEA Games. Namun keberhasilan tersebut perlu diikuti penguatan regenerasi agar Indonesia kompetitif di seluruh kelas pertandingan.

"Prestasi yang sudah diraih tentu membanggakan. Namun, pembinaan juga harus terus berjalan dan menjangkau kelas-kelas yang bibitnya masih terbatas. Kami berharap semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat, lalu mendapat kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensinya," katanya.

Harapan untuk Generasi Sehat dan Atlet Berprestasi

Shelly berharap perhatian terhadap gizi anak terus dijaga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Dukungan gizi yang berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga dinilai dapat memperbesar peluang anak berbakat berkembang menjadi atlet berprestasi.

"Harapan kami, perhatian terhadap gizi anak terus dijaga sebagai bagian dari investasi bagi generasi Indonesia. Pertina mendukung upaya yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Semoga ke depan semakin banyak bibit atlet bermunculan, termasuk petinju kelas berat putra dan putri," tutup Shelly.

Bagi orang tua yang melihat anak punya minat besar di olahraga bela diri, mengenali potensinya sejak dini dan mendukung asupan gizinya menjadi langkah awal yang masuk akal. Pembinaan terencana di daerah akan melengkapi modal fisik yang sudah dibangun di rumah.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: bekaci.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top