Gagasan Akhiri Kebakaran Gambut Bawa Rahmah Sarita Juara MI180s Season 2 Kedai Perancis UNTAN

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:31:32 WIB
Rahmah Sarita mempresentasikan gagasan "Mettre fin à la tyrannie du feu sur la tourbe" pada final MI180s Season 2 di Kedai Perancis UNTAN, Pontianak.

PONTIANAK — Rahmah memikat dewan juri melalui presentasi berjudul Mettre fin à la tyrannie du feu sur la tourbe, yang berarti "Mengakhiri Tirani Api atas Gambut". Gagasan itu berangkat dari persoalan kebakaran gambut di Indonesia yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

Dalam materi presentasinya, Rahmah menekankan bahwa kepedulian dan langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama bisa menjadi bagian dari upaya menghadapi persoalan tersebut.

"Dengan sisa abu yang berserakan, saya menemukan sebuah gagasan berjudul 'Mettre fin à la tyrannie du feu sur la tourbe', mengakhiri tirani api atas gambut," demikian penggalan materi presentasi Rahmah.

11 Finalis Bersaing di Panggung Tiga Menit

MI180s Season 2 menghadirkan 11 finalis dari Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah, SMA Negeri 7 Pontianak, dan SMA Negeri 4 Pontianak. Setiap peserta ditantang mempresentasikan gagasan dalam bahasa Prancis hanya dalam waktu 180 detik atau tiga menit.

Sebelum tampil di hadapan dewan juri, para finalis mengikuti sesi mentoring bahasa Prancis yang difasilitasi Kedai Perancis Untan. Pembinaan itu menjadi bagian persiapan peserta untuk menyampaikan gagasan dengan baik.

Penilaian dilakukan tiga dewan juri, yakni Mitra Wulandari, M.Pd., Peri Rakhmadi, S.Pd., M.MSH., dan Dr. Dwiria Wahyuni, S.Si., M.Sc.

Juara Kedua Bawa Gagasan Lawan "Amnesia Digital"

Posisi kedua diraih Uray Adry Noviar dari SMA Negeri 4 Pontianak melalui gagasan Identification de Marque en Un Clic atau One-Tap Brand Tagging. Adry mengusung solusi menghadapi persoalan yang disebutnya sebagai "amnesia digital".

"Setelah meraih Juara 3 di MI180s tahun lalu, saya ingin menambah pengalaman lagi dan kembali membawa gagasan Identification de Marque en Un Clic sebagai solusi nyata melawan amnesia digital," ungkapnya.

Tengkawang Kalimantan Barat Jadi Sorotan Juara Ketiga

Juara ketiga diraih Yuwi Listya, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Untan. Ia membawakan gagasan bertajuk "Di Balik Lemak Hijau Borneo: Menelusuri Potensi Antiinflamasi Tengkawang".

Yuwi menyoroti potensi tanaman tengkawang, salah satu kekayaan alam Kalimantan Barat, sebagai kandidat antiinflamasi. Menurutnya, sumber daya alam di sekitar masyarakat berpeluang dikembangkan menjadi bagian solusi di bidang kesehatan.

"Saya percaya bahwa kekayaan alam di sekitar kita dapat menjadi sumber berbagai solusi. Melalui MI180, saya ingin mengangkat tanaman tengkawang, salah satu kekayaan Kalimantan Barat, dan menyuarakan potensinya sebagai kandidat antiinflamasi," ujarnya.

Adaptasi Kompetisi Akademik dari Prancis

Direktur Kedai Perancis Untan, Dr. Apt. Hariyanto IH, M.Si., menjelaskan bahwa MI180s diselenggarakan sebagai wadah pengembangan kemampuan komunikasi sains di kalangan mahasiswa dan pelajar. Kompetisi ini diadaptasi dari Ma thèse en 180 secondes, format akademik dari Prancis yang menantang peserta mempresentasikan gagasan secara singkat, jelas, dan menarik dalam tiga menit.

Ketua panitia MI180s Season 2, Dhea Prilla Istilov, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda mampu menyederhanakan gagasan ilmiah tanpa menghilangkan esensi keilmuannya. MI180s juga diharapkan meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan berbicara di depan publik.

Dhea menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian upaya Kedai Perancis Untan memperkuat hubungan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan antara Indonesia dan Prancis. MI180s Season 2 merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada Oktober 2025.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top