KALIMANTAN BARAT — London City Lionesses menempel ketat Manchester City dan Chelsea di papan atas Women's Super League usai menempati posisi ketiga, unggul lima poin dari Tottenham. Sementara itu, Arsenal mencatat rekor tak pernah menang terpanjang dalam sejarah klub setelah gagal mengalahkan Birmingham City.
Klub yang berbasis di London itu kini mengoleksi poin yang membuat mereka nyaman di zona Liga Champions, sebuah ambisi yang sempat diragukan banyak pengamat ketika Michele Kang menyuarakannya sebelum musim bergulir. Kemenangan 6-1 atas Tottenham dua pekan lalu menjadi bukti paling konkret bahwa tim asuhan Maestre bukan sekadar pesaing musiman.
Hanya Chelsea yang mampu mencetak lebih banyak gol dari permainan terbuka dibanding London City. Data Opta menempatkan mereka di puncak klasemen peluang besar tercipta, indikator paling akurat untuk mengukur aliran kreativitas sebuah tim.
Gol pembuka melawan Everton akhir pekan lalu lahir dari kombinasi apik antarpemain lini depan. Sentuhan instingtif Danielle van de Donk membuka ruang yang kemudian diselesaikan Delphine Cascarino dengan tenang.
Tekanan tanpa henti London City nyaris langsung berbuah gol kedua. Freya Godfrey menyambut peluang yang tercipta dari kegigihan rekan-rekannya dan menuntaskan dengan penyelesaian tegas.
Konsistensi para kreator di sepertiga akhir lapangan tetap terjaga meski Alexia Putellas memulai laga dari bangku cadangan. Kedalaman skuad inilah yang membuat London City sulit diprediksi lawan.
Maestre berhasil merangkai banyak talenta menyerang menjadi satu unit kohesif dengan pola permainan yang jelas. Ada variasi taktik dan imajinasi dalam cara mereka membongkar pertahanan lawan.
London City akan menjamu pemuncak klasemen Manchester City pada awal bulan depan. Laga itu menjadi tolok ukur sesungguhnya bagi stamina dan kualitas mereka.
Manchester City masih sempurna sejauh musim ini berjalan. Momentum mereka terlalu kuat untuk dibendung, menjadikan mereka favorit juara menurut mayoritas pengamat.
Chelsea juga tampil mengesankan dan ikut meramaikan persaingan di puncak. Namun jarak London City dengan dua raksasa itu kini tidak lagi terpaut jauh.
Kebangkitan London City tidak lepas dari keterpurukan Arsenal. Kekalahan terbaru dari tim promosi Birmingham City membuat The Gunners menjalani rentetan tanpa kemenangan terpanjang dalam sejarah klub.
Suara cemoohan terdengar dari tribun saat laga berlangsung. Renee Slegers mulai kehabisan tempat berlindung dari tekanan.
Arsenal tidak lagi tampil berdasarkan insting dan impuls seperti dulu. Para kreator utama mereka terlihat terkekang dan kesulitan menembus blok pertahanan lawan yang memilih bertahan ketimbang bermain terbuka.
Birmingham tampil disiplin menjalankan rencana tersebut. Hasilnya, Arsenal semakin tertinggal dari persaingan gelar dengan selisih 12 poin dari Manchester City di puncak.
Lisa Baum, pemain berusia 19 tahun yang baru direkrut, menjadi satu-satunya penggawa Arsenal yang mencetak lebih dari satu gol di liga musim ini. Itu sinyal jelas bahwa lini depan mereka kehilangan ketajaman.
Ella Toone menorehkan momen bersejarah bagi Manchester United. Gol pembuka saat mengalahkan Charlton akhir pekan lalu menyamakan posisinya dengan Leah Galton sebagai pencetak gol terbanyak klub di ajang WSL.
Toone adalah wajah Manchester United sejak lama. Penggemar seumur hidup yang tumbuh mendukung klub dari Tyldesley, sekitar 11 mil di utara Old Trafford, itu kini resmi masuk buku sejarah klub.
Kemenangan atas Charlton menjadi kemenangan ketiga beruntun Manchester United. Jejak asuhan Eva Olid semakin terlihat, dan Toone memainkan peran besar dalam transisi tersebut.