TelkomGroup Bangun 2 Internet Gateway Baru di Jakarta dan Surabaya

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37:32 WIB
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan rencana dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya pada Bali Tech Week 2026 di Denpasar.

KALIMANTAN BARAT — TelkomGroup menambah dua internet gateway di Jakarta dan Surabaya, melengkapi fasilitas serupa yang sudah beroperasi di Batam dan Manado. Langkah ini memperluas kapasitas interkoneksi nasional di tengah dorongan menjadikan Indonesia simpul digital Indo-Pasifik. Perluasan gerbang internet berdampak langsung pada kecepatan akses dan ketahanan jaringan yang dipakai pelanggan rumahan hingga pelaku usaha.

Denpasar — Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan rencana pembangunan dua internet gateway baru di Jakarta dan Surabaya dalam sambutannya pada Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Senin (19/10). Penambahan gerbang internet menyusul fasilitas yang sudah beroperasi di Batam dan Manado, sehingga jalur keluar-masuk lalu lintas data nasional makin tersebar.

Telkom hadir sebagai Founding Partner dalam ajang yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Forum bertema "Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further" itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, inovator, dan komunitas teknologi dari dalam maupun luar negeri.

Infrastruktur yang Sudah Berdiri

Nanang menegaskan pembangunan jaringan tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Menurutnya, infrastruktur harus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital.

"Bagi TelkomGroup, pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada penyediaan aset dan konektivitas. Infrastruktur harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan nilai, dan penguatan kedaulatan digital Indonesia," ujar Nanang.

Secara kumulatif, TelkomGroup mengelola lebih dari 211 ribu kilometer jaringan serat optik domestik. Portofolio itu mencakup tiga satelit, dua community gateway di kawasan Indonesia Timur, serta 30 pusat data dengan interkoneksi antarfasilitas lebih dari 500 kilometer.

Jaringan nirkabel ditopang lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan 302 ribu base transceiver station (BTS). Optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi bagian dari upaya menjembatani kesenjangan digital dari Sabang sampai Merauke.

Tiga Pilar Kedaulatan Digital

TelkomGroup menyusun strategi lewat tiga pilar. Pilar Sovereign Digital Infrastructure menyinergikan kapabilitas jaringan serat optik, satelit, pusat data, menara telekomunikasi, BTS, hingga internet gateway.

Pilar Sovereign Intelligence & Impact mengorkestrasi ekosistem kecerdasan artifisial end-to-end yang mandiri. Sasaran akhirnya memperluas manfaat ekonomi digital hingga ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Adapun pilar Sovereign Trust & Resilience memposisikan TelkomGroup sebagai mitra digital tepercaya, dengan penekanan pada keamanan dan ketahanan ekosistem digital.

Sembilan Solusi AI dari Telkomsel

Di ranah kecerdasan artifisial, Telkomsel memamerkan sembilan solusi berbasis AI buatan anak bangsa pada BTW 2026. Dua di antaranya Adelia, mesin pencari sekaligus asisten digital, dan AUREL yang membantu pengguna mengakses informasi serta ringkasan bisnis lewat interaksi percakapan.

Solusi lain menyasar keamanan digital, pendidikan, dan kebutuhan bisnis. Pengembangan ini diposisikan sebagai jalan memperluas pemanfaatan teknologi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

Bagi pengguna rumahan dan pelaku usaha, penambahan gateway di Jakarta dan Surabaya berpotensi memangkas jalur data ke luar negeri. Rute yang lebih pendek biasanya berimbang dengan latensi lebih rendah, terutama untuk layanan berbasis komputasi awan dan transaksi digital.

Rencana dua gerbang internet anyar menempatkan TelkomGroup pada posisi penentu arah konektivitas nasional. Jika terealisasi sesuai peta jalan, Indonesia punya modal lebih kuat untuk menarik lalu lintas data kawasan dan menahan nilai ekonomi digital di dalam negeri.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: keuangannews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top