Kabut Asap Karhutla Kalbar Tekan Penumpang DAMRI 40 Persen, Rute Sintang hingga Sambas Paling Terdampak

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 11:02:02 WIB
Kabut asap karhutla menyebabkan penurunan penumpang DAMRI Cabang Pontianak hingga 40 persen pada Agustus–September.

PONTIANAK — General Manager DAMRI Cabang Pontianak Ahmad Bukhari menyebut karhutla 2026 lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga permintaan pelanggan anjlok pada Agustus–September. Layanan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) menjadi yang paling terpukul.

Rute Sintang hingga Sambas Kehilangan Penumpang

Empat rute AKDP yang terdampak adalah perjalanan menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sambas. Permintaan di rute-rute itu menyusut seiring berkurangnya aktivitas warga selama kabut asap melanda.

Bukhari menduga pembatasan aktivitas menjadi pemicu utama. "Sekolah-sekolah banyak diliburkan, kampus juga libur, kegiatan-kegiatan outdoor juga dibatasi," katanya.

Menurutnya, kondisi itu membuat mobilisasi masyarakat berkurang dan berimbas langsung pada kebutuhan perjalanan antarkota.

Operasional Bus Tetap Normal meski Permintaan Turun

Di tengah penurunan penumpang, Bukhari memastikan layanan DAMRI tidak mengalami gangguan berarti. "Kalau untuk kegiatan operasional, kaitan dengan rute lintasan secara keseluruhan memang tidak ada gangguan," jelasnya.

DAMRI tetap menjalankan armadanya sesuai jadwal pada rute yang dilayani. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah langkah agar minat pelanggan tidak terus merosot.

Promosi dan Pembagian Masker untuk Penumpang

DAMRI menawarkan promosi kepada masyarakat agar tetap menggunakan angkutan darat. Selain itu, perusahaan membagikan masker kepada penumpang sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas udara yang memburuk.

"Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan promosi kepada masyarakat agar pelanggan tetap dapat bepergian," ujar Bukhari.

Penurunan hingga 40 persen memperlihatkan dampak karhutla tidak berhenti di sektor kesehatan. Sektor transportasi darat di Kalbar ikut menanggung bebannya.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: kalbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top