KALIMANTAN BARAT — Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan medali emas pertama panahan Indonesia sepanjang sejarah Asian Games lewat nomor individual putri di Jepang. Atlet 20 tahun yang akrab disapa Hani itu langsung menuai bonus Rp1 miliar dari Ketua Perpani Arsjad Rasjid plus satu unit mobil listrik.
Medali emas Nurisa Dian Ashrifah di Asian Games 2026 Jepang tercatat sebagai yang pertama bagi cabang panahan Indonesia sejak keikutsertaan di pesta olahraga empat tahunan tersebut. Nomor individual putri jadi jalan Hani mengukir sejarah, mengalahkan sederet pemanah senior dari negara-negara kuat Asia.
Ketua Perpani Arsjad Rasjid menyerahkan bonus Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi atas prestasi bersejarah tersebut. Manajer tim panahan Indonesia Azis Armand menambahkan satu unit mobil listrik ke dalam paket penghargaan untuk Hani.
Dua bentuk bonus itu menandai besarnya perhatian pengurus cabang terhadap atlet yang mampu menembus dominasi Korea Selatan dan China di nomor panahan putri. Nilai Rp1 miliar menempatkan Hani di jajaran atlet Indonesia dengan bonus tertinggi pada edisi Asian Games kali ini.
Usia Hani baru menginjak 20 tahun. Capaian di Jepang membuka jalan panjang bagi kariernya, termasuk peluang tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Hani tidak ingin berhenti di Asian Games. Atlet kelahiran tersebut membidik target lebih tinggi: tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 dan membawa pulang medali untuk Indonesia.
Ambisi itu masuk akal mengingat usia Hani masih jauh dari puncak performa pemanah. Pengalaman bertanding di level Asia jadi modal berharga sebelum menghadapi kualifikasi Olimpiade yang lebih ketat.
Sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games, panahan belum pernah menyumbang emas. Medali Hani memutus kebuntuan itu dan membuka babak anyar bagi pembinaan cabang panahan nasional.
Perpani di bawah Arsjad Rasjid menjadikan prestasi Hani sebagai tolok ukur. Bonus besar yang mengalir ke atlet berprestasi diharapkan memacu pemanah muda lain untuk mengejar level serupa.
Hani kini menyandang status sebagai pemanah putri Indonesia dengan capaian paling bergengsi di ajang Asian Games. Perjalanan menuju Los Angeles 2028 akan jadi ujian berikutnya, apakah sejarah di Jepang berlanjut ke panggung Olimpiade.