Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) mengerahkan personel dan relawan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan mendirikan tiga posko siaga di Pontianak, Kubu Raya, dan Ketapang. Posko ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta relawan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.
PONTIANAK — Tiga posko siaga karhutla resmi dioperasikan Karang Taruna di Kalimantan Barat menyusul tingginya eskalasi kebakaran lahan di provinsi itu. Koordinator Wilayah Karang Taruna Kalimantan Sudirman mengatakan, posko tersebut tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang.
“Posko tersebut berada di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta relawan di tengah kondisi kabut asap,” kata Sudirman di Pontianak, Sabtu (22/8).
Kalimantan Barat disebut sebagai salah satu provinsi prioritas pendirian posko selain beberapa provinsi lain di Kalimantan. Alasannya, eskalasi karhutla di wilayah ini tergolong tinggi dan sebagian besar lahannya merupakan kawasan gambut yang mudah terbakar.
“Sekitaran wilayahnya kan banyak gambut, ya. Jadi memang sangat gampang sehari terbakar lahannya,” ujar Sudirman.
Sudirman merinci, posko siaga di Kubu Raya berlokasi di Jalan Arteri Supadio, tepatnya di depan Kantor Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Sementara itu, satu posko lainnya disiapkan di Kota Ketapang, melengkapi posko yang lebih dulu berdiri di Kota Pontianak.
“Selain di Kota Pontianak, kita sudah bangun juga di Kubu Raya, tepatnya Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya, di depan Kantor Dinas Sosial Pemerintah Kubu Raya. Kemudian di Kota Ketapang kita bangun juga. Jadi sudah ada tiga posko yang kita siapkan untuk membantu para relawan penanggulangan karhutla,” jelasnya.
Posko tersebut diperkirakan akan beroperasi selama satu hingga tiga bulan, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla di Kalbar. Ke depan, keberadaan posko tidak hanya difungsikan sebagai dapur suplai makanan bagi masyarakat dan relawan, tetapi juga menjadi titik layanan kesehatan.
“Posko ini kan selain suplai makanan juga nanti akan bagi-bagi masker. Kemudian bisa cek kesehatan juga, fasilitas yang kita siapin. Jadi kayak model check point untuk kita bisa mengetahui kondisi kita,” kata Sudirman.
Sudirman menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam aksi sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan di berbagai wilayah. Ia berharap warga Karang Taruna aktif menggerakkan aksi-aksi sosial di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap warga Karang Taruna untuk peduli lingkungan, kemudian menggerakkan aksi-aksi sosial. Karena aksi-aksi seperti ini memang kecil. Tapi kalau kita buat dalam jumlah yang banyak, maka dampaknya sangat besar sekali,” pungkasnya.