SINGKAWANG — Ratusan pelajar dan pembina Pramuka berkumpul di Pantai Pasir Panjang Indah untuk mengikuti Kemah Budaya dan Gelang Ajar, Rabu (19/8) hingga Jumat (21/8). Kegiatan ini menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, H. Asmadi, menegaskan bahwa kepramukaan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, momen ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan kepramukaan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal yang sangat krusial dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Di sinilah kita menyiapkan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berbudaya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Asmadi saat memimpin upacara penutupan.
Kegiatan ini menggabungkan dua agenda besar yang berjalan beriringan. Kemah Budaya digagas oleh Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Kota Singkawang, satuan karya pramuka binaan Disdikbud, sementara Gelang Ajar diprakarsai Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Singkawang.
Kemah Budaya dirancang sebagai wadah pengenalan budaya dan permainan tradisional. Di sisi lain, Gelang Ajar menjadi forum bagi para pembina untuk memperbarui metode pendidikan agar relevan dengan tantangan zaman.
Selama tiga hari, peserta disuguhi agenda yang padat dan bervariasi. Hari pertama diisi Seminar Budaya Kota Singkawang serta sosialisasi pencegahan narkoba yang menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Singkawang.
Memasuki hari kedua, kompetisi dimulai. Para peserta unjuk ketangkasan dalam Perlombaan Lintas Nusantara, menampilkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penjernih air, hingga berkreasi dalam fashion show pakaian adat berbahan daur ulang barang bekas.
Setelah melalui penilaian ketat, regu putra dari SMPN 4 Singkawang berhasil meraih predikat Juara Umum. Sementara itu, regu putri dari SMPN 19 Singkawang tampil sebagai yang terbaik di kategori mereka.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Singkawang, Tri Wahyudi, mengingatkan seluruh anggota untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Tri Satya dan Dasa Darma. Ia meyakini dua pilar janji tersebut menjadi fondasi lahirnya generasi terbaik bangsa.
“Setiap anggota Pramuka wajib memegang teguh karakter yang tertuang dalam Tri Satya dan Dasa Darma. Jika dua pilar janji tersebut benar-benar diamalkan, niscaya adik-adik kita akan tumbuh menjadi generasi terbaik bangsa,” ujar Tri Wahyudi.
Kehadiran Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Dr. Eka Khristiyanta Purnama, S.S., M.Pd., menambah bobot acara. Ia mengapresiasi kolaborasi antara pengembang kebudayaan dan pendidik yang sinergis dalam kegiatan ini.
Dr. Eka berpesan agar para guru dan pembina yang mengikuti Gelang Ajar membagikan pengalaman baik mereka. “Para guru dan pembina yang mengikuti Gelang Ajar harus menjadi agen perubahan. Bagikan pengalaman baik (best practice) ini kepada sesama pembina untuk merumuskan formula pembelajaran terbaik di satuan pendidikan masing-masing,” pesannya.
Alice Vilentsya, salah satu peserta Kemah Budaya, mengaku senang bisa belajar langsung di alam terbuka bersama teman-teman dari sekolah lain. Ia menilai pengalaman ini jauh lebih berkesan dibanding perkemahan rutin di lingkungan sekolah.
“Kegiatannya sangat seru! Biasanya perkemahan 3 hari 2 malam hanya di sekolah, tapi kali ini langsung di pantai dan bertemu banyak teman baru,” ungkapnya.