Uji Coba Persekabpas vs PSIM: Imbang di Mandala Krida, Sinyal Positif Jelang Kompetisi

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45:32 WIB
Persekabpas dan PSIM bermain imbang dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

KALIMANTAN BARAT — Hasil imbang ini bukan sekadar angka. Bagi Persekabpas yang tengah menjalani training camp (TC) di Yogyakarta, pertandingan melawan PSIM adalah tes pertama yang relevan untuk mengukur kesiapan tim menghadapi kompetisi musim mendatang. PSIM sendiri sedang dalam masa persiapan serupa, sehingga tensi dan intensitas laga uji coba ini layak dianggap serius.

Jalannya pertandingan sempat berubah drastis ketika penjaga gawang PSIM diusir wasit setelah melanggar Ali Kacong di luar kotak penalti. Sejak saat itu, Persekabpas bermain dengan keunggulan jumlah pemain. Namun, gol baru lahir di babak kedua melalui Beto Goncalves, yang memanfaatkan celah di pertahanan lawan yang sudah bermain dengan 10 orang.

Keunggulan 10 vs 11: Efektivitas yang Masih Perlu Diasah

Menghadapi tim yang kehilangan satu pemain seharusnya menjadi momentum bagi Persekabpas untuk mendominasi lebih awal. Realita di lapangan menunjukkan bahwa tim pelatih masih perlu bekerja keras untuk meningkatkan efektivitas serangan. Satu gol dari Beto Goncalves di babak kedua adalah bukti bahwa penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.

Ini bukan kritik yang berlebihan. Dalam laga uji coba, menemukan kelemahan justru lebih berharga daripada sekadar menang. Pertanyaan besarnya adalah: apakah lini tengah mampu mengalirkan bola lebih cepat saat lawan bertahan rapat? Evaluasi ini yang akan menentukan seberapa siap Persekabpas bersaing di kompetisi resmi.

Ujian Sebenarnya: Persis Solo di Boyolali

PSIM hanyalah babak pembuka. Persekabpas dijadwalkan menghadapi Persis Solo di Stadion Kebogiro, Boyolali, pada Minggu (23/8/2026). Pertandingan ini akan menjadi indikator yang jauh lebih akurat mengenai kualitas skuad. Level lawan yang berbeda akan memaksa Beto Goncalves dan kolega untuk bekerja lebih keras tanpa bergantung pada keunggulan jumlah pemain.

Dari laga kontra PSIM, ada beberapa catatan yang perlu dibenahi sebelum duel melawan Persis Solo:

  • Transisi bertahan ke menyerang terlihat lambat saat PSIM menekan di awal babak pertama.
  • Insting mencetak gol dari lini kedua perlu dimaksimalkan, jangan hanya mengandalkan Beto Goncalves sebagai ujung tombak.
  • Konsistensi penyelesaian akhir di babak pertama menjadi PR utama, mengingat lawan berikutnya dipastikan lebih solid.

Yang Perlu Diperhatikan dari Hasil Uji Coba Ini

Hasil imbang melawan PSIM tidak bisa langsung diartikan sebagai kegagalan, tetapi juga bukan pencapaian yang patut dirayakan berlebihan. Ini adalah bagian dari proses. Tim pelatih punya waktu hingga akhir pekan untuk mematangkan strategi dan memperbaiki kelemahan yang terlihat di Mandala Krida.

Jika Persekabpas mampu tampil lebih agresif sejak menit awal melawan Persis Solo, maka hasil melawan PSIM bisa dianggap sebagai batu loncatan yang positif. Namun, jika pola permainan yang sama terulang—tunggu hingga lawan terkena kartu merah untuk mencetak gol—maka kekhawatiran akan ketajaman lini depan menjadi sesuatu yang valid. Laga di Boyolali akan menjawabnya. (red)

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: wartabromo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top