BI Kalbar Petakan UMKM Unggulan hingga 174 Kecamatan, Sasar 14 Kabupaten/Kota untuk Dorong Ekonomi Lokal

Penulis: Ramli Siregar  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:53:31 WIB
Tim peneliti Bank Indonesia Kalbar memetakan potensi UMKM unggulan di 174 kecamatan se-Kalimantan Barat.

PONTIANAK — Riset bertajuk Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM 2026 ini tidak berhenti pada tingkat kabupaten. Tim peneliti akan turun langsung ke lapangan untuk menggali data di setiap kecamatan, sebuah langkah yang dinilai penting untuk memotret kondisi riil usaha mikro di Kalimantan Barat.

Kepala KPw BI Kalbar Doni Septadijaya menegaskan bahwa pendekatan hingga tingkat kecamatan diperlukan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai potensi ekonomi dan kapasitas usaha di masing-masing wilayah.

Data Lapangan: Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Penelitian ini menjangkau aspek yang lebih luas dari sekadar jenis produk. Tim enumerator akan mendokumentasikan kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, potensi pasar, hingga akses pembiayaan yang selama ini menjadi keluhan klasik pelaku UMKM.

"Penelitian mencakup kondisi produksi, ketersediaan bahan baku, kapasitas usaha, potensi pasar, pemasaran, tenaga kerja, akses pembiayaan, hingga kendala pengembangan usaha," kata Doni di Pontianak, Minggu.

Untuk menjaga kredibilitas data, seluruh peneliti dan enumerator telah menjalani pelatihan khusus bersama lembaga riset SEM Institute. Materi yang diberikan meliputi metodologi penelitian, teknik wawancara, hingga standar etika kerja lapangan.

Untuk Siapa Hasil Riset Ini?

Bank Indonesia tidak ingin hasil pemetaan ini berakhir sebagai dokumen yang hanya tersimpan di perpustakaan. Data yang terkumpul akan dibagikan kepada pemerintah daerah, perbankan, dan asosiasi usaha agar program pengembangan UMKM tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Bagi pemerintah kabupaten dan kota, hasil riset ini menjadi acuan untuk menentukan sektor usaha mana yang layak diprioritaskan berdasarkan keunggulan wilayah. Sementara bagi perbankan, data ini membuka peluang penyaluran pembiayaan yang lebih terarah ke sektor riil.

"Pemetaan tersebut juga diharapkan memperkuat keterhubungan UMKM dengan rantai pasok sehingga potensi ekonomi lokal tidak berhenti pada produksi komoditas, tetapi berkembang menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai tambah dan daya saing," tuturnya.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Kalimantan Barat memiliki kekayaan produk lokal yang tersebar di berbagai kabupaten, mulai dari olahan kopi, sagu, hingga kerajinan tangan. Namun selama ini banyak pelaku usaha yang kesulitan menembus pasar yang lebih luas karena keterbatasan informasi dan akses permodalan.

Doni mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Apindo, asosiasi usaha, dan akademisi, untuk mendukung pelaksanaan riset ini. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar hasil pemetaan benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Melalui KPJU 2026, Bank Indonesia berharap pemetaan potensi hingga tingkat kecamatan dapat menjadi pijakan dalam mengembangkan usaha unggulan berbasis potensi lokal," kata dia.

Riset yang melibatkan FEB Untan ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun dengan pengumpulan data langsung di 174 kecamatan. Hasil akhirnya nanti diharapkan menjadi peta jalan baru bagi pengembangan UMKM di Kalimantan Barat yang selama ini kerap terhambat oleh minimnya data akurat di tingkat bawah.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top