KUBU RAYA — Sebanyak 763 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Pontianak resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi wisuda yang digelar di Qubu Resort, Kubu Raya, Sabtu (15/8/2026). Momen ini menjadi istimewa karena Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, hadir langsung dan berbagi pengalaman sebagai alumni UT angkatan 1993.
Krisantus mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar UT. Ia mengenang masa-masa kuliahnya yang jauh berbeda dengan kondisi sekarang, saat pembelajaran masih mengandalkan buku modul dan menuntut mahasiswa belajar secara mandiri.
Menurut Krisantus, sistem pendidikan yang diterapkan UT mengajarkan mahasiswa untuk disiplin, mandiri, dan mampu mengatur waktu dengan baik. Karakter inilah yang menurutnya menjadi keunggulan lulusan UT ketika terjun ke masyarakat.
"Saya juga alumni UT, dulu belajar dari buku modul. Sistem ini membentuk saya untuk bisa mengatur waktu dan belajar mandiri," ujar Krisantus di hadapan para wisudawan.
Ia menyebut dirinya sebagai salah satu bukti nyata bahwa lulusan UT mampu bersaing dan mengambil peran penting di pemerintahan. Krisantus berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik, tetapi terus mengembangkan kemampuan.
Krisantus menegaskan bahwa wisuda merupakan awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan. Ilmu yang telah diperoleh selama kuliah harus diabdikan bagi daerah, bangsa, dan negara.
"Ini bukan sekadar seremoni merayakan keberhasilan, tetapi momentum untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus mengapresiasi peran UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Kalimantan Barat. Wilayah Kalbar yang luas dengan kondisi geografis beragam membuat sistem pendidikan jarak jauh sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada di desa, kawasan perbatasan, hingga wilayah dengan keterbatasan akses.
Ia berharap semakin banyak warga Kalbar yang bisa memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan lulusan UT memiliki karakter khas karena selama menjalani pendidikan dituntut mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap proses belajar.
Ali menjelaskan, UT kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Jika pada masa Krisantus kuliah tahun 1993 pembelajaran masih mengandalkan buku dan modul, saat ini UT telah menerapkan konsep open, distance and digital learning dengan memanfaatkan berbagai platform digital untuk proses pembelajaran, tutorial, hingga ujian.
Fleksibilitas pendidikan ini menjadi upaya UT memastikan masyarakat tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sosial.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap para lulusan UT dapat terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.