Pencarian

Daud Yordan Promotions Gelar Back to Champion di Pontianak, 7 Petinju Siap Rebut Tiket Juara Dunia

Selasa, 06 Oktober 2026 • 13:31:31 WIB
Daud Yordan Promotions Gelar Back to Champion di Pontianak, 7 Petinju Siap Rebut Tiket Juara Dunia
Daud Yordan Promotions menggelar ajang Back to Champion 2026 di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, pada 10 Oktober 2026.

PONTIANAK — Daud Yordan Promotions menegaskan komitmennya menghidupkan kembali gairah tinju profesional Indonesia melalui Back to Champion 2026. Ajang yang digelar di GOR Terpadu Ayani, Kota Pontianak, pada 10 Oktober 2026 itu tidak hanya menjadi panggung comeback Daud Yordan, tetapi juga pintu masuk bagi petinju muda menuju level internasional. Daud menyebut ajang ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras para petinju yang berlatih pagi dan sore di gym.

Daud, yang kini menjabat anggota DPD RI periode 2024-2029, menilai jam terbang melalui pertandingan profesional berskala besar sangat penting bagi perkembangan seorang petinju. Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi modal utama untuk membawa atlet muda melanjutkan estafet prestasi Indonesia di pentas dunia.

Mengapa Back to Champion Digelar di Pontianak?

Pemilihan Pontianak sebagai lokasi pertandingan bukan tanpa alasan. Daud lahir dan tumbuh dari olahraga tinju di Kalimantan Barat, sehingga ia ingin menghadirkan pertandingan kelas dunia di kampung halamannya sendiri. Ajang ini juga menjadi penanda kembalinya Daud ke ring profesional setelah hampir dua tahun tidak bertanding karena cedera serta kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI dan Ketua KONI Kalimantan Barat.

"Saya merasa belum habis di olahraga ini. Saya tumbuh dan lahir dari olahraga tinju, sehingga saya yakin ini saatnya menunjukkan bahwa saya masih mampu bersaing di level elit dunia," ujar Daud dalam program RRI Podcast Hub RRI Pontianak yang tayang melalui YouTube pada Senin, 11 Agustus 2026.

Siapa Saja Petinju yang Tampil di Back to Champion 2026?

Selain Daud Yordan, ajang ini menghadirkan sejumlah petinju potensial Indonesia. Mereka adalah Ongen Saknosiwi, Faisal Panjaitan, Jon Jon Jet, Hebi Marapu, dan Leonardo Yordan. Kehadiran para petinju tersebut, menurut Daud, merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka selama menjalani proses latihan.

"Saya tahu persis mereka memang mendedikasikan full pagi dan sore di gym. Mereka menempa kehidupannya bersama dengan rekan-rekannya yang lain, sehingga saya percaya bahwa mereka harus mendapatkan kesempatan," ujar Daud dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.

Daud optimistis Indonesia tidak akan pernah kehabisan talenta hebat di atas ring selama tersedia wadah yang mampu memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Karena itu, Back to Champion 2026 diproyeksikan menjadi salah satu panggung bagi lahirnya generasi baru petinju Indonesia.

Rekam Jejak Daud Yordan: 48 Pertandingan, 43 Kemenangan

Daud saat ini telah mencatatkan 48 pertandingan profesional dengan 43 kemenangan, termasuk 31 kemenangan melalui knockout (KO). Pada laga mendatang, ia bersiap tampil di kelas dengan berat di atas 70 kilogram sekaligus menjadikan pertandingan tersebut sebagai langkah awal menuju target yang lebih besar.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPD RI dan pembina olahraga di Kalimantan Barat, Daud mengaku tetap menjaga kondisi fisik dan kebugarannya. Disiplin dalam latihan serta menjaga pola hidup menjadi bagian yang tidak dapat ditinggalkan meskipun aktivitasnya padat.

Daud Yordan Promotions: Wadah Baru Petinju Muda Daerah

Kembalinya Daud ke dunia tinju juga ditandai dengan hadirnya Daud Yordan Promotions, sebuah wadah kepromotoran yang dibangun bersama promotor muda asal Putussibau, Kapuas Hulu, Alex Kristian. Daud bertindak sebagai Presiden DYP, sementara Alex menjabat sebagai CEO.

Alex mengatakan, kehadiran DYP tidak semata-mata untuk mendukung perjalanan karier Daud Yordan. Lebih dari itu, promotor tersebut disiapkan sebagai wadah bagi petinju-petinju muda, khususnya dari daerah, untuk mendapatkan kesempatan bertanding dan berkembang menuju level nasional hingga internasional.

"Visi saya bersama Bung Daud adalah memberikan wadah bagi talenta-talenta muda daerah di Kalimantan Barat dan Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa dengan prestasi, anak daerah bisa sukses dan dilirik dunia," kata Alex Kristian.

Tinju Profesional Bukan soal Gimik

Di tengah berkembangnya berbagai konsep olahraga hiburan, Daud Yordan Promotions berkomitmen membangun pertandingan yang tetap mengedepankan prestasi. Menurut Daud, tinju profesional tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau gimik, tetapi harus dibangun melalui pembinaan, pertandingan berkualitas, dan manajemen yang profesional.

"Tentu melalui Daud Yordan Promotions dan teman-teman kita yang membangun kepromotoran, saya yakin tidak ada yang mustahil. Kita bisa menciptakan banyak atlet yang akan berprestasi, khususnya tinju di Indonesia," katanya.

Keduanya menargetkan DYP menjadi wadah pembinaan sekaligus pintu masuk untuk menemukan dan mencetak generasi baru petinju berbakat dari Kalimantan Barat maupun berbagai daerah di Indonesia.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarapemredkalbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks