Pencarian

Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Digelar di Pendopo Gubernur, Bantuan Karhutla Diserahkan

Minggu, 27 September 2026 • 08:32:01 WIB
Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Digelar di Pendopo Gubernur, Bantuan Karhutla Diserahkan
Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar H. Dede Suratman menghadiri Milangkala ke-67 di Pendopo Gubernur Kalbar.

PONTIANAK — Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar H. Dede Suratman, Ketua Panitia Tedi Rukmantara, jajaran pengurus, serta keluarga besar paguyuban. Hendra menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-67 tahun.

Perjalanan 67 Tahun dan Filosofi "Di Mana Bumi Dipijak"

Dalam sambutannya, Hendra menilai usia 67 tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah paguyuban. Menurutnya, keberadaan Paguyuban Sunda S4 telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Kalimantan Barat.

"Perjalanan selama 67 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini menjadi bukti bahwa Paguyuban Sunda S4 telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Kalimantan Barat dalam menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sunda," kata Hendra.

Ia menegaskan, melestarikan budaya tidak berarti membatasi diri dari keberagaman. Keberagaman budaya justru harus menjadi sarana untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat persaudaraan.

Hendra menyebut semangat tersebut sejalan dengan filosofi "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Masyarakat tetap dapat mempertahankan kebanggaan terhadap identitas dan budaya asal, sekaligus menghormati kearifan lokal di tempat tinggalnya.

"Hal ini sejalan dengan filosofi luhur 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Masyarakat tetap bangga dengan jati diri dan budaya asal, namun tetap menghormati kearifan lokal serta aktif menjadi bagian dari harmoni kehidupan di Kalimantan Barat," ujarnya.

Kalbar sebagai Rumah Besar Beragam Suku dan Budaya

Menurut Hendra, Kalimantan Barat merupakan rumah besar bagi masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam. Ia berharap Paguyuban Sunda S4 terus mengambil peran dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan.

Harapan itu disampaikan di hadapan pengurus dan anggota paguyuban yang hadir di Pendopo Gubernur Kalbar. Acara Milangkala ke-67 tahun ini mengangkat tema pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan.

Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Selain pelestarian budaya, Pemprov Kalbar mengapresiasi rangkaian Milangkala ke-67 yang diisi dengan aksi sosial. Salah satunya melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hendra menilai kepedulian tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mengingatkan tantangan karhutla di Kalimantan Barat masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

"Mengingat tantangan karhutla di Kalimantan Barat masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan, kami mengajak seluruh anggota paguyuban serta masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. Upaya menjaga lingkungan, menurutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Harapan Kebersamaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menutup sambutannya, Hendra berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Budaya harus tetap dilestarikan, persaudaraan dikuatkan, lingkungan dijaga, dan Kalimantan Barat dibangun bersama-sama demi mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan sejahtera," pungkasnya.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks