NAGOYA — Lifter asal Jawa Timur tersebut mencatatkan angkatan terbaik 88 kg pada sesi snatch dan 103 kg pada clean and jerk, sehingga total angkatannya mencapai 191 kg. Ia harus bersaing ketat dengan lifter senior Ri Song Gum dari Korea Utara dan Saikhom Mirabai Chanu dari India di kelas yang sama.
Drama Black-Out di Percobaan Pertama Clean and Jerk
Luluk sempat kehilangan kesadaran sesaat ketika menjalani percobaan pertama clean and jerk. Akibatnya, angkatan 103 kg pada percobaan itu gagal diselesaikan.
Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Pada percobaan kedua, lifter berusia 21 tahun itu kembali fokus dan berhasil mengangkat beban 103 kg dengan mulus.
Ia kemudian mencoba menambah beban menjadi 107 kg pada percobaan ketiga. Percobaan itu belum berhasil, sehingga total angkatannya tetap 191 kg.
Ri Song Gum Emas, Mirabai Chanu Perak
Medali emas nomor 49 kg diraih lifter Korea Utara Ri Song Gum dengan total angkatan 215 kg, hasil dari snatch 94 kg dan clean and jerk 121 kg. Medali perak menjadi milik lifter India Saikhom Mirabai Chanu dengan total angkatan 198 kg, dari snatch 87 kg dan clean and jerk 111 kg.
Luluk mengaku bersyukur atas medali yang diraihnya pada debut Asian Games. Meski naik podium, ia menyadari masih ada sejumlah aspek penampilan yang perlu diperbaiki.
"Untuk performa hari ini alhamdulillah baik, cuma ada harus dikoreksi lagi untuk beberapa angkatan yang menjadi pekerjaan rumah ke depannya," kata Luluk dalam keterangan resmi NOC Indonesia, Rabu (23/9/2026).
PB PABSI: Luluk Tidak Ditargetkan Medali
Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono mengaku bangga dengan penampilan Luluk yang tetap tenang meski menghadapi persaingan ketat. Menurutnya, medali bukan target yang dibebankan kepada Luluk pada ajang ini.
"Sebenarnya Luluk tidak kami targetkan medali. Mengingat Asian Games 2026 ini merupakan debut pertamanya. Pasalnya, ia harus bersaing ketat dengan tiga lifter senior di kelasnya itu. Tetapi, alhamdulillah ia tampil tenang dan mampu membawa pulang perunggu," tutur Djoko.
Modal Menuju Kompetisi Berikutnya
Hasil di Nagoya menjadi modal penting bagi Luluk untuk melanjutkan kiprahnya di level internasional. Evaluasi terhadap beberapa angkatan yang belum maksimal akan menjadi bagian dari persiapannya menghadapi kompetisi berikutnya.
Medali perunggu ini juga menambah koleksi Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.