Pencarian

Surplus Beras 3,67 Juta Ton, Indonesia Target Ekspor Perdana 1.000 Ton ke Malaysia pada HUT Ke-81 RI

Selasa, 18 Agustus 2026 • 09:29:01 WIB
Surplus Beras 3,67 Juta Ton, Indonesia Target Ekspor Perdana 1.000 Ton ke Malaysia pada HUT Ke-81 RI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8).

KALIMANTAN BARAT — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan target swasembada pangan nasional berhasil dipercepat dari empat tahun menjadi hanya satu tahun. Pernyataan ini disampaikan Amran saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8).

"Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Amran dalam pidatonya.

Proyeksi Produksi dan Stok Cadangan Beras Pemerintah

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, kebutuhan konsumsi beras nasional diperkirakan mencapai 31,10 juta ton. Dari angka tersebut, pemerintah mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog hingga pertengahan Agustus 2026 telah mencapai 5,25 juta ton.

Proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN. Dengan estimasi produksi 38,6 juta ton, Indonesia diprediksi berada di peringkat keempat produsen beras dunia untuk periode 2026/2027.

Peluang Pasar Ekspor ke Malaysia Capai 1 Juta Ton

Rencana ekspor perdana sebanyak 1.000 ton ke Malaysia disebut Amran baru awal dari potensi pasar yang jauh lebih besar. Peluang pengiriman beras ke negara tetangga diproyeksikan dapat berkembang hingga 200 ribu ton, bahkan berpotensi menembus 1 juta ton.

Amran menegaskan capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pemerintah daerah. "Ini adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua. Bukan kerja saya, ini kerja kita semua," ujarnya.

Kesejahteraan Petani Tertinggi dalam 34 Tahun Terakhir

Di luar urusan produksi, pemerintah mencatat tingkat kesejahteraan petani berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Indeks nilainya mencapai 127,84 pada Juli 2026.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari nilai ekspor yang mencapai sekitar Rp166 triliun. Di sisi lain, nilai impor mengalami penurunan sebesar Rp41 triliun, sehingga sektor ini memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Untuk mendorong produktivitas, pemerintah telah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Amran mengaitkan berbagai perkembangan ini dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan menyebut sektor pertanian tengah mengalami kebangkitan.

Tiga Komoditas yang Masih Dikejar untuk Swasembada

Meski beras telah surplus, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai swasembada pada seluruh komoditas strategis. Dari total 11 komoditas yang ditargetkan, tiga di antaranya masih perlu dikejar: daging sapi, susu, dan kedelai.

"Kita akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kita kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kita capai," tegas Amran.

Pemerintah optimistis swasembada tiga komoditas tersebut dapat diwujudkan dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan melalui penguatan produksi dan peningkatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pantau.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks