PONTIANAK — Kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyoroti pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran di dua sekolah di Kalimantan Barat. Program revitalisasi tidak hanya memperbaiki sarana belajar, tetapi juga menyerap 11.137 tenaga kerja di provinsi tersebut sepanjang 2026.
Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa seluruh sekolah penerima program revitalisasi di Kalimantan Barat telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Dari total anggaran Rp846,68 miliar, dana yang telah disalurkan mencapai Rp667,07 miliar.
"Untuk tahun 2026, yang cukup signifikan di Kalimantan Barat, keseluruhan ada 943 sekolah. Semuanya sudah perjanjian kerja sama dan sudah disalurkan," ujar Abdul Mu'ti saat memberikan keterangan usai kunjungan.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan. Pelibatan tenaga kerja dalam pelaksanaan proyek turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Di Kabupaten Kubu Raya, program revitalisasi pada 2026 menjangkau 89 sekolah dengan total anggaran Rp94,75 miliar. Dana yang telah disalurkan di wilayah ini mencapai Rp70,12 miliar.
Jumlah sekolah penerima bantuan di Kubu Raya meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun tersebut, sebanyak 34 sekolah atau unit pendidikan memperoleh bantuan dengan total anggaran Rp45,28 miliar dan menyerap 765 tenaga kerja.
Peningkatan serupa terjadi di Kota Pontianak. Pada 2026, sebanyak 46 sekolah telah menandatangani PKS dengan nilai anggaran Rp36,35 miliar, dan dana tersalur Rp29,88 miliar.
Pelaksanaan program di Kota Pontianak tahun ini menyerap 565 tenaga kerja. Adapun pada 2025, revitalisasi di Pontianak mencakup 17 sekolah atau unit pendidikan dengan anggaran Rp27,43 miliar dan menyerap 477 tenaga kerja.
Abdul Mu'ti menyebut pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan yang sedang berlangsung ditargetkan selesai pada Desember 2026. Saat meninjau SDN 39 Sungai Raya, ia menyebut pekerjaan revitalisasi di sekolah tersebut mencakup ruang kelas serta penambahan fasilitas pendukung pembelajaran.
"Insyaallah, nanti semuanya akan selesai pada bulan Desember. Ruang kelas dan juga tambahan satu. Kita laksanakan dengan sistem swakelola, yang insyaallah juga semuanya berjalan dengan lancar," katanya.
Sepanjang 2025, program revitalisasi di Kalimantan Barat telah menjangkau 343 sekolah atau unit pendidikan dengan total anggaran Rp424,18 miliar. Program tersebut menyerap 7.064 tenaga kerja.