Pemkot Pontianak dan Komisi V DPR RI Sepakati Kajian Air Baku hingga Jembatan Kapuas III

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:47:01 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie di Pontive Center, Rabu (14/10/2026).

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026). Pertemuan itu diikuti jajaran balai kementerian terkait serta perangkat daerah provinsi dan kota.

Agenda utama rapat menyangkut kualitas air baku Perumda Air Minum Pontianak yang terpapar intrusi air asin pada musim kemarau lalu. Pembahasan berlanjut ke peningkatan kapasitas pelayanan air bersih Pontianak Utara dan penataan jalan nasional di dalam kota.

Intrusi Air Laut Jadi Pemicu Pembahasan Air Baku

Edi menyatakan intrusi air asin membuat kualitas air baku PDAM menurun ketika curah hujan berkurang. Pemerintah kota membahas opsi penanganan pada tiga rentang waktu sekaligus.

"Tadi kita membahas masalah air baku PDAM yang ketika musim kemarau mengalami intrusi air asin. Kita bahas solusi jangka pendek, jangka menengah, sampai jangka panjang," ujar Edi.

Pertemuan itu, menurut Edi, diperlukan agar penanganan tidak berjalan parsial antarinstansi. Detail teknis akan diarahkan pada pilihan solusi yang paling efektif dan memungkinkan dilaksanakan.

"Insya Allah kita sudah satu meja dan satu persepsi. Persoalan air baku ini tetap harus menjadi prioritas dan nanti akan kita detailkan lagi secara teknis," katanya.

Kapasitas Air Bersih Pontianak Utara Ditambah untuk Dukung Sekolah Rakyat

Selain kualitas air baku, pemkot merencanakan penambahan kapasitas pelayanan air bersih di Pontianak Utara. Kebutuhan itu muncul seiring pertumbuhan kawasan, termasuk keberadaan Sekolah Rakyat.

"Kita juga akan menambah kapasitas di Pontianak Utara. Ini menunjang Sekolah Rakyat dan kebutuhan pelayanan air bersih di kawasan sekitarnya," jelas Edi.

Geometrik Jalan Nasional Simpang Garuda-Simpang 28 Oktober jadi Sorotan

Pembahasan infrastruktur menyoroti optimalisasi geometrik jalan nasional pada koridor Simpang Garuda hingga Simpang 28 Oktober. Penataan dinilai perlu disertai trotoar, turap, penerangan jalan, dan fasilitas pejalan kaki.

"Geometrik jalan nasional perlu kita optimalkan supaya kemacetan bisa semakin berkurang. Kita juga ingin trotoar yang baik, penerangan jalan, dan fasilitas pendukung lainnya," katanya.

Untuk jangka panjang, Edi mendorong pembangunan jaringan jalan yang mengalihkan kendaraan berat dari pusat kota. Opsi yang dibahas mencakup jalan tol atau highway menuju Kijing dan kawasan pantai utara, serta pembangunan Jembatan Kapuas III.

"Ini bagian dari upaya mengurangi kepadatan angkutan berat yang masuk ke Kota Pontianak," ujarnya.

Komisi V Minta Setiap Opsi Air Tawar Dikaji Lebih Dalam

Syarif Abdullah Alkadrie menilai persoalan air tawar membutuhkan kajian matang karena setiap alternatif punya karakteristik dan keterbatasan berbeda. Pilihan yang muncul di rapat termasuk membangun waduk atau memperpanjang pipa.

"Masalah kelangkaan air tawar ini cukup ramai dibicarakan. Apakah membangun waduk, apakah memperpanjang pipa, dan sebagainya. Setelah kita bahas, tentu masing-masing pilihan perlu dikaji lebih dalam," ujarnya.

Menurut Syarif, kondisi sumber air di Pontianak berbeda dari daerah yang mendapat suplai kawasan pegunungan. Ketergantungan pada curah hujan dan kondisi sungai membuat intrusi air laut harus ditangani menyeluruh.

"Kalau kemarau panjang dan hujan di hulu berkurang, air asin akan semakin masuk. Karena itu kita akan kaji mana solusi yang paling tepat untuk dilakukan," katanya.

Syarif menyebut koordinasi lintas pemerintahan sebagai kunci agar rencana tersebut masuk program konkret. Ia berharap hasil pertemuan tidak berhenti pada pembahasan.

"Yang penting sekarang persepsinya sudah sama. Tinggal kita lanjutkan dengan kajian teknis, penentuan prioritas dan tahapan pelaksanaannya," pungkasnya.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top