KOMIPO Hibahkan 15 Motor Listrik untuk Petugas TBC dan Kusta Cirebon

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 30 September 2026 | 11:05:01 WIB
Bupati Cirebon menerima 15 unit motor listrik dari KOMIPO Korea Selatan untuk menunjang mobilitas petugas puskesmas.

KALIMANTAN BARAT — Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima 15 unit motor listrik dari Korea Midland Power (KOMIPO) Korea Selatan untuk menunjang mobilitas petugas puskesmas dalam penanganan tuberkulosis dan kusta. Bantuan yang disalurkan lewat Yayasan Gugah Nurani Indonesia itu diterima langsung Pemkab Cirebon pada Selasa, 29 September 2026. Jumlah kendaraan yang diserahkan tidak sebanding dengan 60 puskesmas yang ada, sehingga pemakaiannya akan diprioritaskan pada wilayah dengan kasus tertinggi.

Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan diterima Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag. Motor listrik tersebut akan dipakai sejumlah puskesmas untuk menjangkau pasien, mendampingi pengobatan, memantau kondisi penderita, hingga mengedukasi masyarakat di lapangan.

Kasus TBC Capai 6.199, Kusta 125 Kasus

Imron menyebut angka kasus TBC di Kabupaten Cirebon masih menjadi perhatian serius, yakni sekitar 6.199 kasus. Sejumlah kecamatan tercatat memiliki kasus cukup tinggi, mulai dari Susukan, Sumber, Plumbon, Gegesik, hingga Arjawinangun.

Persoalan kusta juga belum tuntas. Pemerintah daerah mencatat sekitar 125 kasus yang masih membutuhkan penguatan penjangkauan dan edukasi kepada warga.

Motor Listrik Diminta Dipakai untuk Penyuluhan

Bupati berpesan agar kendaraan operasional itu tidak sekadar menjadi fasilitas administratif. Menurutnya, motor listrik harus dipakai untuk pengobatan pasien sekaligus memberi arahan agar masyarakat terhindar dari TBC maupun kusta.

"Motor ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk pengobatan masyarakat yang terkena kusta maupun TBC. Selain itu juga untuk memberikan arahan dan penyuluhan agar masyarakat jangan sampai terkena TBC maupun kusta," kata Imron.

Alasan Cirebon Dipilih Jadi Penerima Bantuan

Direktur Eksekutif Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Fransisca Sianturi, menjelaskan pemilihan Kabupaten Cirebon didasarkan pada data prevalensi dan jumlah penderita TBC serta kusta yang tinggi. Menurutnya, wilayah dengan beban penyakit besar menjadi prioritas program.

"Pertama kenapa Cirebon, karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi," ujar Fransisca.

15 Unit untuk 60 Puskesmas

Fransisca mengakui jumlah bantuan tidak mencakup seluruh fasilitas kesehatan di Cirebon. Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 60 puskesmas, sementara motor listrik yang diserahkan hanya 15 unit, disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan program yang dijalankan.

Kendati terbatas, kendaraan ini dinilai krusial karena tantangan terbesar penanganan TBC dan kusta ada pada proses penjangkauan masyarakat di lapangan. Petugas memerlukan transportasi untuk menemui pasien dan warga yang butuh pendampingan.

"Kami juga berharap pemerintah kabupaten bisa mengelola dengan baik, menjaga dengan baik, karena kami tahu salah satu kendala di lapangan kalau isunya tuberkulosis dan kusta mungkin nanti penjangkauan. Semoga bisa dijaga dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten dan digunakan untuk manfaat yang sebesar-besarnya," kata Fransisca.

Harapan Perawatan dan Pemanfaatan Maksimal

Yayasan menekankan pentingnya perawatan unit agar usia pakai motor listrik tetap panjang. Pemerintah Kabupaten Cirebon diharapkan mencatat penggunaan kendaraan, mengatur penugasan petugas, dan memastikan setiap unit benar-benar menyentuh wilayah dengan kasus tinggi seperti Susukan, Sumber, dan Arjawinangun.

Bantuan ini melengkapi upaya daerah menekan penularan TBC dan kusta, dua penyakit yang penanganannya sangat bergantung pada kedisiplinan kunjungan petugas ke rumah pasien dan lingkungan sekitar.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top